UNDIP PUN IKUT BERTINDAK
Posted by arkasala in Uncategorized Thursday, 27 August 2009 18:58 95 Comments
“Kami melakukan itu sebagai wujud nyata dalam mengekspresikan rasa nasionalisme,” kata Rektor Undip Prof Susilo Wibowo seusai upacara penerimaan mahasiswa baru di Kampus Undip Tembalang, Semarang, Selasa (25/8). Berita selengkapnya ada di sini.
Setelah membaca banyak pendapat sahabat, diantaranya Kang Noe, Kang Casrudi dan artikel yang mendorong untuk instorpeksi dari GusKar, saya sendiri cukup terhanyut dan terbangkitkan rasa ikut memiliki Tari Pendet sebagai bagian dari budaya negeri yang diklaim menjadi bagian dari asset Malaysia. Malaysia telah angkuh mengklaim beberapa asset negeri ini, membuat saya terhenyak saking banyaknya. Malaysia kreatif dikit kek.
Mungkin kali ini tidak panjanglebar, saya hanya meneruskan dan turut serta berpartisipasi untuk instrospeksi kembali dalam memahami budaya negeri yang sangat beragam dan sebagai bagian dari kekayaan negeri kita. Selain itu, ajakan simple untuk tidak menggunakan produk Malaysia saya sangat sambut baik yang dimulai dari yang kecil dan mulai saat ini juga. Saya sadar negeri ini kaya, dan apapun ada. Tidak perlu saya menggunakan barang-barang yang dibuat dari negeri yang suka mencaplok kekayaan negeri orang.
Saya cukup kagum dengan sahabat saya di atas yang telah memberikan suasana nasionalisme yang tinggi di dalam area ngeblog serta memberikan kesadaran betapa kita telah lengah untuk menjaga negeri ini termasuk lengah menjaga asset budaya yang sangat berharga.
UNDIP saja mau berpartisipasi, masa saya tidak. Bagaimana dengan anda ?
![]() |
Buzz this! |





malam sobat
wah aku juga suka dengan wacana ngeblog yang elalu membudidayakan kekayaan alam negeri kita ini
salam persahabatan
[Reply]
arkasala Reply:
August 27th, 2009 at 11:18 pm
trims kawan atas supportnya. Salam persahabatan juga.
[Reply]
KangBoed Reply:
August 28th, 2009 at 12:10 am
pertamaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxzzzzzzzzz
di buka massssssssssssssssssssssss
[Reply]
KangBoed Reply:
August 28th, 2009 at 3:34 am
pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxzzzz
[Reply]
KangBoed Reply:
August 28th, 2009 at 3:34 am
kelimaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxzzzzz
[Reply]
Mimang manusia itu suka menguasai urang lain ya mas, juga suka iri. Padahal hanya masalah keduniaan, kalu masalah ngakerat, jarang nyang iri.
[Reply]
arkasala Reply:
August 27th, 2009 at 11:18 pm
apa yang dikatakan mas Wandi lebih banyak benarnya.
[Reply]
KangBoed Reply:
August 28th, 2009 at 12:14 am
yayayaya.. malam ini rumahnya dibuka maaassss..
salam sayang
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:47 am
Selamat ya KangBoed !!!
[Reply]
Kalu kita sebagai muslim nyang baik, maka contoh penyelesaian nyang baik dari rosululloh mestinya kita kedepanken, nyaitu “BALASLAH KEJAHATAN URANG DENGAN KEBAIKAN”, hanya masalahnya inyi masalah GAZWAT sih, jadinya silaken kalu mahasiswa Unness mo menulak mahasiswa Malingsia itu. :roll: :lol:
[Reply]
arkasala Reply:
August 27th, 2009 at 11:21 pm
saya tidak mengatasnamakan Unness lho he he, hanya pendapat pribadi aja yang ikut respek.
Bentuk kegatalan saya dari melihat dan mendengar atas ulah tetangga kita saja Mas yang berkali-kali sehingga saya ikut solider dikit. hanya inilah yang saya bisa dan simpel untuk dilakukan. Tidak ke orangnya namun lebih kepada lebih baik memilih menggunakan produk negeri sendiri atau dari negeri tetangga yang bersahabat dari pada menggunakan produk negeri tetangga yang selalu bikin ulah dan mengajak tidak bersahabat.
[Reply]
Wandi thok Reply:
August 28th, 2009 at 11:10 am
Sama mas, yang penting nggak marah, alnya sedang puasa. :lol:
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 4:56 pm
sip. tks Mas
[Reply]
~noe~ Reply:
August 28th, 2009 at 4:54 am
mbok sekali-kali artikelnya dibaca tuntas pas bw, kang wandi :-P
[Reply]
Tentu kang,, banyak orang bilang negara ini negara kemayu… Baik buruk selalu diterima dengan senyuman. saur urang sunda mah darehdeh… Nordin M Top kenapa bisa kekal disini karena warga kita baik-baik… orang asing sekalipun masih berani nampung… ujung-ujungnya kita jadi negara yang di “manfaatin”.
Apa jangan-jangan budaya kita lagi diangkut-angkutin oleh negara lain. Disana di poles sedemikian rupa kemudian dijual dan dikomersilkan disini. Enak di mereka ga enak di kita.
Negeriku, sampai kapan engkau menderita. Apa yang harus kita lakukan sekarang?… Apa yang harus pemerintah lakukan? bukan untuk mendramatisir, tapi memang kenyataanya negara kita sedang di kelitik, di usik, di uji harga diri.
Salam hangat dari Jakarta Kang, terima kasih sudah menautkan. Hutang banyak link nih sama kang Yayat…
[Reply]
arkasala Reply:
August 27th, 2009 at 11:27 pm
kenyataannya kita banyak melihat seperti Kang Casrudi bilang. Mudah-mudahan ini pemerintah juga bisa lebih memperhatikan ini dengan tegas. Hanya sekali lagi inilah urun rembug yang saya bisa dan sederhana.
sante aja Kang.
Hanya sedikit catatat sebenarnya negeri ini kuat, tidak menderita-menderita amat, hanya kurang sigap mengantisipasi hal-hal yang kayak begini. Kitalah sekecil apapun harut turut berperan.
Btw, Kang Casrudi gak punya hutang lho
[Reply]
Batik, Reog, wayang kulit, tari pendet, semua diklaim Malaysia karena orang Indonesia sendiri sudah ga peduli saya budayanya sendiri..
Jadi salah siapa ??
[Reply]
arkasala Reply:
August 27th, 2009 at 11:39 pm
di beberapa daerah yang kerap saya kunjungi saya masih menemukan kultur yang asli dari bangsa ini. Termasuk di Bali dimana mereka masih menjunjung tinggi tradisi, pun di Solo saya masih mengikuti dan merasakan aroma kultur jawa.
Demikian pula ketika ke Istana, saya melihat GusKar masih menggunakan pakaian batik, demikian pula saya masih suka menggunakan pakaian yang sama untuk menghadiri perayaan-perayaan tertentu. Jadi sebenarnya budaya kita masih hidup walau sudah tidak lagi semerbak mewangi seperti jaman dulu. Kita masih punya harapan untuk membangkitkan lagi nilai-nilai budaya negeri ini yang menurut beberapa kalangan sudah lesu.
Malaysia ini terlalu angkuh, sehingga wajar kalo sebagian rakyat menjadi marah.
Semoga saja kejadian ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga.
Trims Mas atas apresiasinya. Salam
[Reply]
Mari kita bersama sama bersatu padu
[Reply]
arkasala Reply:
August 27th, 2009 at 11:40 pm
siapppp, setuju ….. Trims atas kunjungannya. Salam
[Reply]
KangBoed Reply:
August 28th, 2009 at 3:35 am
mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
:d :”>
( \:d/ :x 8-| /
:-? :-” :-w
[-(
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:46 am
Trima Kasih KangBoed.
I Love You Fulll
Salam damai dan kasih sayang juga.
[Reply]
saya sempet baca dari suara merdeka. saya kira masalah ini tidak cukup dengan boikot2an apalagi menjadi musuh2an.
kita sebagai tetangga harusnya akur. kenapa ya selalu ada masalah. bukankah kalo saling akur dan saling bantu kita juga yang nantinya menanggung untuk.
tapi mulainya dari mana ya..
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:40 am
nah itu dia, sayapun belum menemukan dari mana he he.
Saya setuju untuk mengembangkan berfikir positif dan bersikap bijak namun entahlah saya sendiri untuk yang satu ini agak kesulitan untuk memahami apa yang diinginkan negeri sebelah itu. Trims kawan. Boleh ini jadi PR juga he he. Salam
[Reply]
Bangkitkan kembali rasa nasionalisme, kayaknya nama malaysia cocoknya diubah jadi malingsia aja,kerjanya nyolong budaya negara tetangga
[Reply]
kayaknya malaysia cocok ganti nama aja jadi malingsia, kerjaannya nyolong budaya negara tetangga
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:43 am
he he he bingung juga saya he he
[Reply]
Terlalu berat buat saya…
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:45 am
monggo silakan Pak, saya sendiri tidak memiliki kekuatan untuk mengajak dan mengkampanyekan boikot, hanya ini cara saya saja sebagai manifestasi dari menumpahkan kekesalan, trims pak Mars. Salam
[Reply]
Lagi milah-2 neh…mana yang “made in Malaysia” neh..
Setuju aja bro…
hehe….
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:46 am
he he, banyak juga. Di rumah saya juga ada beberapa yang terpaksa saya singkirkan he he, untungnya bukan barang yang mahal wakakak.
[Reply]
casrudi Reply:
August 28th, 2009 at 10:27 am
Produk Malay apa aja ya Kang?… saya cuma punya miniatur menara kembar sama gantungan kunci relief menara kembar juga… sayang sebelum benar-benar dibuang udah hilang duluan…
Wilujeng shaum Kang… lagi ngabuburit nih, nunggu buka masih 7,5 jam lagi… :P
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 10:34 am
kebetulan di rumah ada produk suplemen Kang sareng cindera mata. Makanya lagi listing juga he he. Anu tos ngajentre mah produk minyaknya buka SPBU di kita. he he
[Reply]
casrudi Reply:
August 28th, 2009 at 10:41 am
Iyah tuh kang, alhamdulillah saya mah belum pernah beli… Hehehe… Selamat me-listing…
[Reply]
Sdihnya hati ini..hihihi…..
Namun aku rindu….
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:47 am
kukembalikan mas dengan mesra
[Reply]
KangBoed Reply:
August 28th, 2009 at 3:37 am
hehehehehe.. mas bendol lagi di seppam sam aki aki
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:48 am
wakakakak, ganti gravatar, tapi tetap mengusung botol juga. Sip cakep, mangga KangBoed semoga sukses selalu. Salam
[Reply]
Hikmah dari kasus ini, Nasionalisme bangsa bertambah ya….Salute untuk kang yayat deh…mantabbbb
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:47 am
mudah2an semua ada hikmahnya dan menjadikan pelajaran buat kita bersama Mas. Trims, salam
[Reply]
Di postingan terdahuluku, aku paling memosting kiriman e-mail tentang ini mas….
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:48 am
coba aku ikut baca ya? cuman kok sulit komen di tempat sampeyan ya? n maaf ya salah duga saya he he. Trims.
[Reply]
bangga jadi orang Indonesia, banyak orang luar belajar ke negara kita
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:49 am
Alhamdulillah, sama Mas saya juga bangga. Trims. Salam
[Reply]
hadooh.. panas ya ..rasanya..?
tp biarlah… krn api yg ia tiupkan akan membakar dirinya sendiri..
saat berjuta sodara kita mengurut dada sedih mendengar..
didadanyapun segala dengki menjadi duri..yg menusuk dan menyiksa dirinya sendiri..
sebab bukan kita yg akan menghajarnya…!!
nanti ada…
Cobaan di saat Puasa Ramadhan..
yg sabar..
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:50 am
Insya Allah, saya sendiri tidak lantas emosi saya meledak-ledak pak. Namun inilah yang saya bisa sebagai ungkapan solidaritas saja. Trims
[Reply]
saiia bahkan gag tau apa ajja yg termasuk ‘produk Malaysia’ kang??!!? hhhmmm…
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:52 am
Alhamdulillah he he, semoga sekarang bisa tahu ya. he he
[Reply]
mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 12:52 am
Insya Allah Kang, hatur nuhun.
Selamat juga atas pembukaan rumah barunya. salam
[Reply]
Malaysia memang sudah kelewatan, tanpa rasa sungkan dan malu mengakui budaya orang lain sebagai budaya mereka. Entah apa maunya….
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 2:37 am
betul mas setuju, kelewatan. Padahal dunia kan melihat mereka ya!!!
Maunya mungkin mengganggu Indonesia itu he he
Trims Mas. Salam
[Reply]
:hiks:
siaaap senjata membela harkat dan martabat bangsa….
Salam Ramadhan Al Mubarok 1430 H
Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:06 am
he he sementara senjata kita mungkin yang lebih sederhana saja dulu kali ya Mas he he
Trims Mas, Selamat menunaikan ibadah puasa juga.
[Reply]
Saya ikut gerah juga saat malaysia ingin meng claim beberapa budaya kita.Pemerintah harus bertindak tegas dalam hal ini.Salam
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:07 am
jengkel dan gemes ya !!! betul mas salah satunya saya ikut urun rembuk juga andaikata ini lambat laun menggema semoga di dengar kegelisahan rakyat ini oleh pemerintah.
[Reply]
kebagian antrian 45 :-)
ndak papa deh.
ndak nyangka ada tautan artikel di sini. makasih kang yayat.
diriku juga ndak nyangka lembaga sebesar undip berani mengambil tindakan yang kontroversial ini. diriku yakin pro kontra akan sama besarnya dan debat masalah ini tidak akan pernah ketemu jalan tengahnya.
satu sisi berangkat dari nasionalisme dan sisi lain mengatasnamakan hak pendidikan. tinggal mana yang mempunyai kekuasaan saja.
lembaga formil saja berani, apalagi kita sebagai individu.
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:09 am
ya ide ini juga tidak terlepas dari seruan Kang Noe yang menurut saya simpel dan bisa saya lakukan.
Saya juga salut sama Undip, sebuah lembaga yang tentunya ketika memberikan statemen itu telah mempertimbangkannya dari beragam sudut yang ilmiah.
Trims Mas atas supportnya.
[Reply]
Acungan jempol untuk UNDIP
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:10 am
sama Mas saya juga salut.
[Reply]
iya, indonesia kaya akan budayanya, karena beraneka ragam suku dan bahasa jadi banyak juga ciri khas tia sukunya, tapi syang emang sayang ya…..indonesia tidak menjaga keistimewaan itu, karena mungkin menurut orang2 indonesia ndak akan terjadi pencurian budaya, eh ternyata ada juga emmm……betul, cara menanggulangi sedikit demi sedikit kita jauhi produk2 dari sana, pakai produk sendiri aja ya hehehe
kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:11 am
semoga saja produk negeri ini juga memiliki kualitas yang patut dibanggakan sehingga kita tidak selalu tergiur oleh produk seberang yang konon katanya selalu disebut lebih berkualitas.
[Reply]
memang luar biasa!!
saya juga salut sama beliu beliau itu
semoga negeri tercinta yang kaya ini tak pernah dijajah segala kekayaan dan budayanya
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:12 am
Trims Kang, semoga saja ya, orang kita sudah merdeka berarti harusnya merdeka secara menyeluruh ya he he Trims Kang. Salam
[Reply]
Bravo Undip …
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:12 am
Sip selamat atas keberaniannya!!!
[Reply]
ini agak pelik juga sebenarnya…disisi ini kita tentu bangkit rasa nasionalismenya….tapi disisi lain banyak TKI kita yg bergantung pada malaysia…walaupun dah banyak yg disiksa tapi toh mereka tetep kerja disana…dan yg masih di indo masih saja mau jadi TKI disana…..piye jal ?
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:27 am
Mungkin ajakan ini adalah untuk memberikan nuansa supaya saling menghargai. Apalagi Malaysia yang serumpun. Dengan adanya TKI Malaysia juga diuntungkan.
Seruan ini termasuk dari kawan2 lebih ditujukan untuk menyerukan untuk bersikap saling menghargai dan segera sang Malaysia itu menyadari kekeliruannya dan mengurangi keangkuhannya. Berita perkemarin baru pengusahanya yang meminta maaf, namun Pak Menteri belum memberikan respon karena yang ditunggu adalah respon dari pemerintah Malaysia (jawa Pos 27/09).
Inilah ironinya, padahal negeri kita kaya sumber daya yang melimpah dan luas wilayahnya.###
[Reply]
Saya lebih setuju kali ini diberi teguran yang cukup keras Kang…. cukup teguran, keras dan tegas… dengan maksud klu terulang lagi….. Mari Kita Hajarrrrrr….. :lol:
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 9:38 am
setuju sekali,Kang, saat ini Pak Menteri juga cukup keras, demikian juga Undip sudah memberikan sockterapinya. Trims kang atas supportnya. Salam
[Reply]
casrudi Reply:
August 28th, 2009 at 10:36 am
yang saya tahu kang, dari berita di televisi, untuk kasus ambalat saja pemerintah kita memberi 36 surat teguran supaya kapal-kapal mereka tidak menyambangi perairan kita. 36 lho kang, mgkn suratnya kalau dikumpul sudah bisa ditampung dalam satu box sepatu. Mudah-mudahan aja pemerintah kita bisa lebih gigih dari sebelumnya.
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 10:46 am
he he makanya kata urang sunda mah kita dilelewe tapi cicing wae he he.
Setuju Kang, semoga saja.
[Reply]
[Reply]
Mas, dapet undangan dari Mariska tuh :roll: :lol:
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 4:58 pm
siap aku ke tekapeh
[Reply]
Semoga kita2 dengan kasus ini dah sebelumnya lebih bisa nguri2 budaya sendiri yang selama ini menurut ku muali ditinggalkan para pemuda..
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 5:09 pm
Amiiin, semoga saja, pesan yang bagus untuk mengajak memahami budaya sendiri. trims.
[Reply]
berita itu memang weleh-weleh…
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
[Reply]
katanya orang malingsial, itu budaya melayu, budaya daerah kita bersama dulu! kalau tidak segera di publikasikan ( wuih kayak posting ) bakal disabet negera eropa!
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
[Reply]
Kalau kita posting, lalu di copas dantak berijin. bagaimana perasaan kita?
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 5:13 pm
sip, trims atas tambahan infonya. Maaf kalo salah tangkap Mas, “itu budaya melayu” tari pendet itu?
Alasan itu yang baru saya tahu karena simpang siur. Per berita tadi, orang penginklannya bilang ini kekeliruannya dan sudah mencabut iklan tersebut.
Trims atas tambahan infonya!!!
[Reply]
jangan terprovokasi
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 5:13 pm
Insya Allah tidak Mas, hanya solider aja. Tks
[Reply]
sambil berbuka baca postingan mas Yayat, terlintas negri kita kaya kembang desa sedunia, jadi rebutan, banyak yang akuin ini milik nya, itu miliknya, dan itu itu …
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 11:01 pm
he he bisa jadi begitu ya saking kayanya negeri kita akan budaya. Trims ya dah mampir dan berkenan sudah membacanya. salam
[Reply]
emang tuh malingsial sukanya maen claim ajah..
[Reply]
arkasala Reply:
August 28th, 2009 at 11:01 pm
list nya udah banyak kalo saya baca tuh, trims ya. salam
[Reply]
Kalau orang Indonesia tidak cinta dan bangga kepada negaranya maka orang itu keblinger, hanya mengerti hak tetapi tak mengerti kewajibannya.
Apalagi kalau dia kerjanya hanya menjelek-jelekkan negaranya sendiri.
Salam hangat dari Sukolilo.
.-= Pakde Cholik´s last blog ..Tip siang : Membatalkan puasa dan sholat Maghrib =-.
[Reply]
arkasala Reply:
August 29th, 2009 at 6:24 pm
betul sekali PakDhe, padahal Di negeri ini banyak sekali yang bisa kita perbuat.
Terimakasih pak atas nasihatnya. Salam juga dari Pacar Kembang.
.-= arkasala´s last blog ..Sindangkasih =-.
[Reply]
salut buat undip yang peduli pada persoalan2 kebangsaan. sesungguhnya, malaysia sangat tdk sebanding dengan negara kita. m,alaysia terlalu kecil utk dimusuhi. sayangnya, penguasa negeri ini terlalu low profile dan demikian rendah posisi tawarnya.
.-= sawali tuhusetya´s last blog ..Air Kehidupan =-.
[Reply]
arkasala Reply:
August 29th, 2009 at 10:30 pm
acungan jempol buat UNDIP ya Pak. Semoga saja negeri ini kelak bisa lebih tegas dan lebih wibawa lagi ya Pak. Trims.
[Reply]
dilema indonesia he he
.-= mapuc´s last blog ..Mengenang Jacko =-.
[Reply]
arkasala Reply:
August 29th, 2009 at 10:31 pm
harusnya sih nggak ada dilema ya !!! he he. Trims
[Reply]
Klian ituy belum tahu soal malaysia,saya jelaskan saya dukung pernyataan dari para sahabat saya di UNDIP,bahwa malaysia negara maju tapi miskin kreatifitasnya makanya dia adalah negara pembajak kebudayaan negara lain
[Reply]
arkasala Reply:
September 10th, 2009 at 5:48 pm
maaf nih agak kurang nyambung, apakah artikel saya kontradiktif dengan pernyataan UNDIP ?
.-= arkasala´s last blog ..Hasil Google Translate =-.
[Reply]