Siapa yang tidak kenal Bunda Lily. Blogger senior yang tingkat produktifitas menulisnya cukup tinggi. Sudah banyak buku yang beliau tulis dan diterbitkan. Salah satunya yang terbaru  Mising Religion (Sebuah Renungan). Sebelumnya Bunda Lily menulis buku 52 Tips Praktis Menata Hidup Anda, Buku Rahasia Terbesar Pramugari Udara,  52 Reflections of Life, Mom dan Please Stay Alive.

Aiko Buku__1400277527_139.194.172.219

Buku ini sebetulnya sudah lama datang. Sekitar 1 minggu setelah Srikandi Ngedan tuntas saya baca. Namun saya baru bisa menyampaikan sedikit review sekarang. Mohon maaf ya Bun !!!

Pertama kali melihat buku ini, saya langsung tertuju ke pengarangnya. Tertulis Bunda Lily yang tertera di atas Judul Buku Mising Religion. Membaca namanya langsung saya terbayangkan sebuah wajah ibu yang semangat. Semangat dalam menulis di blog maupun menulis buku juga semangat untuk melawan kanker yang mendera beberapa tahun terakhir.

Membaca judulnya, tersirat sekilas kalau buku ini akan mengajak pembaca untuk instrospeksi diri.

Dugaan saya tidak meleset. Buku setebal 192 halaman ini sarat dengan perjalanan spiritual Bunda Lily yang kebanyakan diajarkan oleh Sang Ibunda. Sarat dengan contoh-contoh kebaikan baik untuk bertutur maupun untuk bersikap.

Membaca seluruh buku ini banyak yang membuat kita tertegun. Melewati Lelah itu Nikmat dari hal. 22-25 misalnya. Tidak mengada-ada. Semua yang ditulis beliau adalah sebuah perjalanan untuk dinikmati. Lelah mencari nafkah, lelah mendidik anak dan semua terasa nikmat jika dilakukan dengan ikhlas.

Banyak pula cerita yang mengandung hikmah yang dituangkan Bunda Lily dalam buku ini. Seperti halnya Manusia di Cangkang Telur yang pada awalnya saya senyum-senyum karena membayangkan seberapa besar cangkang telurnya ;)) . Namun semua itu jika diikuti tulisannya yang menarik ini ada makna dari kesemuanya yang menjadi bahan renungan. Lagi-lagi saya menyampaikan salut untuk Bunda Lily yang mengambil hikmah dari sebuah cerita.

Selain banyak isi yang membuat saya tertegun, ada pula beberapa yang membuat saya bergidik. Ketika saya melewati halaman 123 dan bertemu dengan Belajar dari Saat Injury Time. Mungkin hal ini bisa jadi dialami oleh Bunda Lily yang mengalami sebuah vonis. Betul-betul menjadi bahan renungan yang dahsyat.

Bunda Lily bagi kami yang pernah bertemu dengan beliau adalah Ibu. Makanya banyak di antara kawan-kawan yang juga memanggil beliau dengan Mamih Lily. Saya sempet heran ketika pertama kali kenal pada tahun 2009, jejak beliau ada di mana-mana. Hampir di setiap blog yang saya kunjungi selalu hadir dengan komentar-komentarnya.

Saya bertemu kalau tidak salah 2 kali. Pertama di Surabaya dan keduanya ketika kami berkunjung ke kediaman beliau di bilangan Japos ,Tangerang. Beliau selalu ceria walau harus melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Semoga selalu sehat ya Bun …. Salam hangat selalu  :senyum:

Tulisan-tulisan Bunda Lily bisa diikuti di:

1. Bunda Don’t Worry dan

2. Be Brave n Smart Survivor (perjalanan beliau ketika melawan kanker).

 

May 17, 2014

Buku Mising Religion dari Bunda Lily

Siapa yang tidak kenal Bunda Lily. Blogger senior yang tingkat produktifitas menulisnya cukup tinggi. Sudah banyak buku yang beliau tulis dan diterbitkan. Salah satunya yang terbaru […]