Setelah saya memiliki kamera dan mengetahui fungsi tombol-tombil dan operasi kamera, satu hal yang paling penting adalah saya berlatih untuk menghasilkan foto yang tajam, karena salah satu dan yang utama kualitas foto kita ada di wilayah ini.

Untuk menghasilkan foto yang tajam tersebut beberapa yang saya lakukan sebagaimana dianjurkan oleh para master fotografi melalui buku-buku fotografi, adalah sebagai berikut :

  • Menggunakan tripod. Tripod akan menahan goncangan kamera karena si kamera tidak bergerak alias duduk manis di atas tripod.
  • Gunakan pemicu tombol shutter dari jarak jauh (remote), bisa menggunakan yang pake kabel atau wireless. Jika tidak memilikinya, bisa menggunakan self timer, biasanya kamera bisa diset 3 detik ke atas.
  • Gunakan sweet spot lensa atau diafragma yang paling tajam.
  • Gunakan ISO rendah.

menghasilkan foto yang tajam

Gambar ini menggunakan lensa Pentax DA 50-135mm f2.8, tripod, remote,

ISO 100, kecepatan shutter 1 detik pada diafragma f3.5,

  • Fasilitas lain yang ada di DSLR adalah mirror lock up, yaitu fasilitas yang mengunci cermin ke atas dimana ketika kita shut kamera maka cermin tidak bergerak.

Bagi yang tidak menggunakan tripod atau menggunakan tangan : cobalah motret sambil bersandar, kecepatan rana disesuaikan atau jangan menggunakan kecepatan lambat, kemudian kamera harus dipegang oleh kedua tangan dan tekan shutter pada saat akhir ketika mengeluarkan nafas. Ohya, jika memotret menggunakan hape saya suka juga menggunakan cara ini.

Saya coba pada gambar di bawah ini dengan menggunakan lensa sigma 70-300, ISO 200, kecepatan 1/15 pada f4 :

Fokus pada mata. Untuk kecepatan di bawah 1/30 detik saya masih sulit mendapatkan foto yang tajam jika motret menggunakan tangan saja.

Lainnya, saran Kang Vyan,  yaitu menggunakan mata kiri untuk membidik bagi yang melalui viewfinder (jendela bidik) sedangkan mata kanan tetap terbuka namun tertutup secara otomatis oleh kamera. Cara ini lumayan berpengaruh terhadap goncangan tangan kita ke kamera karena effek lelah dari memejamkan mata lumayan terkurangi. Saya masih suka lupa cara ini karena kebiasaan sejak dulu menggunakan mata kanan.

Mohon koreksi ya jika ada kekeliruan atau ada tambahan silakan ditambahkan di kolom komentar supaya kita menjadi kaya untuk memiliki cara menghasilkan foto yang tajam. 🙂

0 Comments

  1. Lidya says:

    saya memantaudan membaca tulisannya kang yayat saja ya gak bisa komen tentang ini 🙂

    ————

    He he terima kasih Mbak 🙂

  2. Erwin says:

    ingat2, menggunakan mata kiri. 🙂
    makasih sharingnya kang…

    ——-

    Sama-sama, terima kasih juga.
    Semoga bermanfaat 🙂

  3. rawins says:

    kalo kemari bawaannya jadi sedih mulu
    pengen kameraaa…

    ————

    He he maaf kalo ngeracunin =))

  4. MENONE says:

    bagus2 ya sob jepretannya….. mantaaaapppp

    ———–

    Terima kasih atas apresiasinya, masih belajar saya niy 🙂

  5. monda says:

    iya ih…harus punya tripod ya kang …(he…he..kameranya aja belum), karena kadang2 usia bisa bikin tangan gemetar

    ———–

    Betul Bun .. tripod adalah asesoris pertama yang saya beli karena penting nih he he.
    Trims.
    Salam

  6. Niar Ningrum says:

    cakep deh om fotonya, niar jadi pingin deh ikutan ukm lensa 😀

    besok daftar aah 😀

    ———–

    Selamat belajar ya Niar :-bd

  7. alamendah says:

    “Kamera harus dipegang oleh kedua tangan dan tekan shutter pada saat akhir ketika mengeluarkan nafas”
    Tips yang musti saya praktekkan, ki…

    —————–
    Yups … lumayan mencegah goncangan 🙂

  8. foto bocah itu memang terlihat bersih dan bagus mas

    ———-

    He he terima kasih atas apresiasinya … mohon masukan ya atas kekurangannya 🙂

  9. ke2nai says:

    fokus pada mata ya.. oke diinget kang.. Sy masih asal jepret aja kl foto 😀

    ———–

    Iya mbak jika yang dipotret adalah orang 🙂

  10. jadi pengen punya kamera nih
    pengen belajar foto darimu 🙂

    ——–

    Yuk kita sama-sama belajar he he 🙂

  11. imam boll says:

    waduh, saya ndak bisa komen mas, bener nggak ahli, hehe

    tapi saya ada saran, untuk mendapat foto yang tajam, ya nanti objek fotonya dibawain pedang atau semacamnya gitu mas yayat

    *justkidding ^^ :senyum:

    ——————

    Nah itu juga yang saya inginkan … pengen motret orang Jepang yang bawa samurai ha ha ..
    Trims Mas 🙂

  12. […] ada yang saya persiapkan khusus, selain hanya menggunakan tripod untuk menyangga kamera supaya hasil foto tetap tajam. Supaya tidak menggunakan lampu saya mencoba memotret makanan ini di halamanrumah. Untuk mensiasati […]

  13. […] baik dengan ponsel saya. Akan tetapi saya pernah mempraktekan petunjuk dari fotografer senior untuk menghasilkan foto yang tajam dengan menggunakan HP […]

  14. […] Saya selalu tidak menyia-nyiakan suasana seperti ini. Dengan lensa yang ada yang memiliki feature macro saya selalu membidikkan air yang ada yang sekiranya menarik untuk dijepret. Kesulitannya adalah memperoleh focus yang sempurna karena tangan kerap gemeteran serta pegal yang kerap melanda. Di pasang di tripod adalah jalan yang terbaik untuk menghasilkan foto yang tajam. […]

  15. […] tangan tidak menyentuh kamera untuk mencegah getaran saja sebagaimana syarat untuk mendapatkan foto yang lebih tajam. Setelah terpasang,  kamera didudukan, ambil posisi dan intip di viewfinder untuk mengambil […]

  16. […] konon menurut para master fotografi, foto yang bagus secara teknis adalah memiliki ketajaman yang baik serta untuk area gelap tidak terlalu gelap dan area terang tidak terlalu terang. Jadi bagi saya […]

  17. […] tanpa kamera. Memotret untuk menghasilkan foto yang baik secara teknis adalah subyek yang difoto memiliki ketajaman, exposure yang tepat dan white balance yang pas, komposisi dan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *