Benteng Kedung Cowek, Salah Satu Pilihan Untuk Hunting Foto di Surabaya
February 18, 2014
[Review] Novel Sang Patriot, Sebuah Epos Kepahlawanan
May 12, 2014

Mengenal Tokoh Wayang dari Buku Srikandi Ngedan

Ketika saya berkunjung ke Padeblogan, persis artikel Buku Kedua Saya Berjudul Srikandi Ngedan baru saja naik tayang. Saya baca sampai kelar artikel launching buku itu dan sayapun sempat untuk berfikiran segera mengontak Kyaine, Guskar Suyatmojo, sang pengarang buku yang juga sang pemilik Padeblogan untuk memesannya. Namun saya urungkan untuk mengontak beliaunya saat itu karena saya terlalu yakin. Guskar tak akan menyodorkan nomor rekening untuk saya namun hanya menanyakan alamat saya untuk pengiriman buku saja. GR banget yah !!! 😆

Sayapun beralih untuk menghubungi sahabat saya Yuni supaya memesankan buku itu. Saya tidak terlalu yakin Guskar akan mengetahui kalau Yuni  dititipi untuk order buku sama saya. Beres sudah. Beberapa hari kemudian Yuni telpon kalau buku sudah tiba, namun baru dikirim 1 mengingat buku pertama yang berjudul Kita Sangat Akrab Dengan Tuhan masih belum tersedia di gudang buku Kyaine. Yo wis, aku rapopo.  :hmm:

Makbedunduk. Tukang pos mengetuk pintu. Ada kiriman sebuah buku. Dari Guskar. Heran bercampur heran. Saya buka bungkusnya. Isinya, Buku Srikandi Ngedan. Dua kali  saya baca sampulnya. Dari Guskar Suryatmojo. Pengarangnya langsung. Saya telpon Yuni sekali lagi. Beliau bilang tidak menggunakan alamat saya untuk pengiriman tapi ke alamat beliaunya di bilangan Bratang sana dan buku ada di genggamannya. Dua buah. Satu untuk Yuni dan satu untuk Saya. … Wealah Gus … petoki  eh .. piye toh iki ?

Srikandi Ngedan

Buku Srikandi Ngedan, karangan Guskar Suryatmojo. Informasi buku ada di sini.

Akhirnya, bergegas saya baca. Melupakan kegiatan nyepam sejenak. ;))

Srikandi Ngedan. Tentu saja tokoh wayang. Saya mengenal Srikandi adalah istrinya Arjuna. Dari buku ini saya baru tahu kalau Srikandi adalah salah satu istri dari Arjuna. Biasanya saya agak susah untuk membayangkan sosok dalam pewayangan ke dalam tulisan. Saya kerap melewatkan tulisan pewayangan di Padeblogan atau tulisan Sudjiwo Tedjo di Jawa Pos karena itu tadi. Susah mencerna dan membayangkan sosok wayang sehingga berpengaruh terhadap sulitnya memahami sebuah tulisan yang berbalut cerita pewayangan.

Namun dalam buku ini tidak. Guskar pandai meramu kata sehingga menjadi sebuah tulisan yang menarik. Berbeda dengan daya tarik tulisan yang ada diblognya dimana saya kerap melewati tulisan tentang cerita pewayangan tadi. Di buku ini, Saya menikmati artikel Dialog Karna – Surtikanti yang menjadi cerita pertamanya. Lebih-lebih memasuki cerita Perselingkuhan Abadi Banowati dan Arjuna. Bukankah cerita perselingkuhan itu indah eh menarik ? Lihat aja perselingkuhan para politikus yang menghiasi berita di berbagai media … gayeng, bukan ?  😆 Gak beda jauh … cerita perselingkuhan ini dikemas apik dalam sebuah tulisan dengan alur cerita yang luar biasa. Lebih-lebih, “agak nyerempet-nyerempet“, Yuni berbendapat di telpon. Dan memang iya, Guskar menceritakan gaya percintaan walau dalam tutur yang lebih santun. Heu heu.

Episode lainnya. Sebelumnya saya terbayangkan sosok Lesmana ketika dulu kerap menonton Ria Jenaka di TVRI. Saat itu konon diprotes karena sosok Lesmana yang tidak mengikuti sosok asli Lesmana dalam pewayangan. Sosok yang bicaranya mendayu dalam bingkai manusia yang “tidak bertenaga”. Imajinasi saya terlalu hanyut ke sosok Lesmana di Ria Jenaka tadi. Dan di buku ini, saya menemukan jawabannya dalam artikel yang berjudul Lesmana Anak Siapa? Seru banget.

Membaca di lembaran yang lain, Saya yakin pikiran Guskar yang dituangkan di buku ini tidak hanya berreferensi dari dunia pewayangan semata. Kadang menggabungkan dengan bahasan lainnya. Dari blogging misalnya. Hal ini karena kebetulan saya mengikuti blognya sejak tahun 2009. Ada cerita yang menarik waktu itu tentang KM 54+400. Saat itu saya bertanya-tanya. Dan sampai kini tidak menemukan jawaban pasti tentang cerita yang berpadu di dua blog, Guskar dan Ladang Jiwa yang masih berwujud Nakjadimande. Saya sempat  dipusingkan dengan ilustrasi dua buah foto. Sebelah sandal jepit di meja kerja dan di ilalang. Judul yang mirip kini muncul di Srikandi Ngedan ini. Namun, peran yang diusung adalah Rama dan Sinta dalam artikel yang berjudul Ada Jejak Sinta di KM 54+400. (Kalau gak salah ini KM Pintu Tol Karawang TImur. Ada apa di sana gerangan ? ;)) )

Dalam buku ini, Guskar memberikan cerita yang dihubungan antara tokoh pewayangan dengan era kekinian baik dari sisi ide cerita itu sendiri maupun dalam bahasanya. Di sisi lain, setahu saya, Guskar sangat tertarik dalam bahasa terutama bahasa Jawa. Judul-judul dan istilah kerap kita temui bahasa Jawa dimana beliau berasal ini, menghiasi buku dan blognya. Namun begitu, tidak lantas kita yang bukan orang Jawa akan mengalami kesulitan dalam mencerna artikel ataupun cerita yang dipaparkan Guskar. Semuanya mudah karena ….. Guskar memang pandai bertutur baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Banyak tokoh pewayangan yang diulas di dalam buku ini, baik dari kisah Mahabharata maupun Ramayana, termasuk karakter tokoh wayangnya yang unik. Jadi ingat dalam sebuah lagu pewayangan. Wayang adalah perlambang. Karakter manusia seakan ada dalam dalam sejumlah tokoh wayang. Dalam buku ini mungkin tidak semua tokoh wayang diulas. Namun cukup mewakili jadi beberapa cerita menarik yang sarat pengetahuan juga. Khas Padeblogan. Menulis untuk memberi pengetahuan dan manfaat bagi yang membacanya.  Semuanya menarik dengan gaya bercerita yang enak dibaca. Bak ibarat kamus tokoh pewayangan, setelah membaca buku ini,  saya menjadi lebih tahu dari sebelumnya.  Sehingga bagi saya tidak berlebihan jika saya menjadi banyak mengenal tokoh wayang dari Buku Srikandi Ngedan ini.

—————–

Terima kasih Gus. Suerrr … saya niatnya membeli. Kalau gak percaya, tanya aja Yuni. Tapi karena pan jenengan sudah mengirimnya .. yaaaaa …. matur nuwun sanget ;)) . Pesan Yuni di telpon tadi … beliau berharap buku ini mudah ditemukan di toko-toko buku. Karena Yuni dan Saya berpendapat sama. Buku Srikandi Ngedan ini SANGAT BAGUS dan MENARIK.

Sukses ya, Gus !!!

0 Comments

  1. guskar says:

    Kang Yayat,
    Srikandi Ngedan terkirim untuk para Narablog yang berkatagori “tuwir” yakni mereka yg ikut berkontribusi “membesarkan” Padeblogan.

    Saya senang kalau Kang Yayat dan mBak Yuni suka dengan cerita2 di buku tsb. Terima kasih untuk puja-pujinya.

    Untuk cerita KM 54+400 harus ada satu nama lagi yang hrs disebut yakni Pak Mars. Beliau juga ikut membikin cerita sambung-menyambung tentang puteri misterius yang terjatuh dari bus di KM 54+400, malah pak Mars melengkapi artikelnya dengan gambar2 menarik dan dibuat dalam format koran. Saat itu ngeblog terasa gayeng-regeng, satu artikel di blog ini bisa tersambung ke blog yang itu atawa sebaliknya.

    Karena pal KM 54+400 ini fenomenal, tak salah kalau menjadi lokasi diculiknya Sinta oleh Rahwana 😉

    Kalau Kang Yayat ada waktu, sekarang saban malam ada Mahabharata di ANTV. Semalam baru pada kisah Bhisma – Amba.

    Salam dari bumi Pangkal Perjuangan

    ———————-

    Sang pengarang langsung datang .. 🙂

    Terima kasih Gus menjadi salah satu pilihan “tuwirnya” yang berhadiah buku he he.
    Yang jelas saya suka banget.
    Oh ya padahal cukup bolak balik juga waktu itu tentang KM54+400 … Tetep gak mudeng2. :))

    Saya harus baca lagi KM54+400 ini, supaya bisa menerjemahkan siapa Sinta dan siapa Rahwana. ;))

    Sekali lagi terimakasih. Luar biasa persahabatan ini. :kembang:

    Salam sukses selalu !!!

    • LJ says:

      era KM 54+400 itu pasti jamannya narablog tuwir.. kang yayat belum lahir. :komunis:

      —————

      Enak aja, aku lahir sebelum 2009 :entahlah: Etapi memang masih unyu-unyu sih =))

  2. LJ says:

    aamiin.. smoga buku ini mudah ditemukan di toko buku ya kang..

    ckckck.. kang yayat jadi punya dua srikandi ngedan dunk.. 😀
    aku belum punya #aku rapopo.

    ————–

    Aamiin. Iya, setuju Bun … layak mendapatkan tempat di rak depan di Gramed 🙂

    Guskar bentar lagi balik. Bergegas kirim buku ke Bukik :komunis:

    • LJ says:

      hehhe, yg punya eMak terhalang kabut asap.. udah berapa hari tracking statusnya on process mulu.. #aku rapopo :hmm:

      ————–

      Saya yakin sekarang lagi membacanya dengan khidmat 🙂

  3. monda says:

    isi buku bukan dari blog ya kang?
    soalnya sebagian judul kayak familiar.., ini resensinya menarik banget lho, coba cari ah judulnya di toko buku online

    —————–

    Kalau membandingkan dengan tulisan di blog yang lebih pendek keknya beberapa di antaranya pengembangan atau modifikasi kali Bun … Semoga Guskar kembali dan bisa jawab pertanyaan Bunda. Makasih ya Bun. Selamat hunting 🙂

  4. yuniarinukti says:

    Kang baca buku Srikandi Ngedan ini saya langsung menyimpulkan bahwa selingkuh itu benar2 indah.
    Masak hampir semua tokohnya selingkuh terutama si Juna tuh selingkuh sampe menghasilkan anak 2. 😀
    Menurut saya Kang buku Srikandi Ngedan ini harusnya layak masuk toko buku. Dan saya yakin dengan cerita wayang ala modern buku ini bisa laris.
    Buat Pak Guskar bukunya keren! Saya suka dengan gaya bahasanya. Saya doakan laris Pak 🙂

    —————-

    Wuih … kesimpulanmu gak keliru tuh ??? :))

    • guskar says:

      Cerita perselingkuhan di pewayangan yang paling heboh ya antara Banowati dan Arjuna. Nanti setelah Duryodana mangkat, Banowati jadi kawin dengan Arjuna.
      Di buku Srikandi Ngedan banyak juga tokoh yang bersetia kepada pasangannya hingga ajal menjemput mereka: Karna-Surtikanti, Destarasta-Gandari, Ekalaya-Anggraeni, Narasoma-Setyawati dan nanti di buku saya berikutnya ada Bambang Setiawan-Sawitri. Ada juga yang nggak percaya kepada kesetiaan istrinya, misalnya Rama kepada Sinta. Ada juga yang berbohong pada statusnya (padahal ia sdh beristri) seperti Abimanyu.

      @mbak Yuni, terima kasih atas apresiasinya. Salam buat mas Rinaldi 🙂

  5. bunda lily says:

    bunda juga dapet kiriman buku ini Kang
    tapi….gak mau masuk blogger tuwir….
    ( kayaknya yg tuwir cuma PakDhe aja ….hahahaha…..bunda khan masih nyubi…. ) 😀 😀

    setuju banget Kang….baca buku ini betah baget yaaa…
    gak pengen berhenti sebelum klaar….
    etapi…dah janji mau bikin resensinya di bundadontworry…malah si body lagi not delicious nih…hiks 🙁

    Buku ini memang mantaf surantaf ….ala Kyane banggets ya Kang….
    renyah, gurih dan ada adegan yg agak2 deg deg an juga gitzuu…….. hehehe 😛

    salam
    Salam

    ——————-

    Ha ha bisa aja si Bunda ini. Btw selamat sukses juga buat Bunda yang sudah launching buku terbarunya. 🙂

  6. nh18 says:

    Ahhh mumpung ada Guskar … tulis memo ke Guskar aaahhh …

    Mas Gus …
    Saya kaget ketika seorang training advisor yang biasa membantu saya … dari “posko” saya yang baru … menelfon saya …
    “Pak Nanang … ini ada kiriman paket pak ?”
    “Lho dari siapa ?”
    “dari Guskar pak …!”

    Hah !!! (saya kaget sekaget-kagetnya). Dari mana Guskar tau alamat tersebut ? Dari mana Guskar tau “posko” saya yang baru
    Jujur saya tidak pernah memberitahu siapapun mengenai hal ini dan saya memang tidak berkantor disana … hanya berafiliasi kesana … Saya bahkan belum pernah datang kesana …
    Namun kiriman dari Guskar yang justru duluan kesana

    Terima kasih Banyak Kyaine … Kejutan yang Manis …
    Sukses untuk Bukunya … buku yang saya yakin ditulis dengan “rasa bahasa” khas kyaine

    Punten ya Kang Yayat … numpang nyerat yeuh …

    Salam saya
    (20/3 : 6)

    ————-

    Sip Om, terima kasih juga. Btw Guskar memang luar biasa. Apa jadi intel juga beliaunya ya ? :))

    • guskar says:

      Saat Arjuna mendapat tugas dari Prabu Puntadewa menjadi teliksandi untuk memata2i kekuatan pasukan Hastinapura, ia mampir ke Padeblogan Kyaine.

      “Ada titah untuk saya, Kyaine?” tanya Arjuna
      “Tentu. Tolong carikan info keberadaan John Cusack sekarang ini. Saya kehilangan jejaknya. Terakhir ia ada bilangan Sudirman!” titah Kyaine.
      “Bukannya Kyaine tahu di mana rumahnya?” Arjuna bertanya lagi.
      “Jgn di rumahnya, saya nggak mau ganggu pohon mangganya yg sedang berbuah,” jawab Kyaine ketus.

      Esoknya, Arjuna kirim kabar ke Kyaine kalau ia sdh mengendus keberadaan John Cusack, namun suka pindah2 tempat. Kyaine memerintahkan Arjuna untuk mencari pos komandonya. Tak perlu waktu lama untuk menentukan koordinat pos komando tersebut.

      Note:
      Mohon maaf kepada para pembaca komentar ini, kisah John Cusack ini memang seperti dongeng karena sifatnya ada dan tiada. Usia dongeng ini seumuran dengan dongeng insiden di KM 54+400.

      @Pak NH, kapan lagi ya Will Smith, Shahrukh Khan dan John Cusakh kopdaran lagi 🙂

      @Kang Yayat, terima kasih sdh memberi ruang untuk bernostalgia para narablog tuwir 😉

      ————-

      Ha ha luar biasa … sampai sebegitunya, Gus … mantaaap.
      Iya sama-sama. Seneng bisa bercengkrama lagi …

  7. Apikecil says:

    Kang, aku penasaran sama bukunya lho. Tapi aku kan belum masuk kategori tuwir, kira2 boleh gak bacanya ya? Hihihihi. Piss.
    Aku juga penasaran sama bukunya yg pertama, kita sangat akrab dengan Tuhan. Penasaran. Judulnya yes banget soale 🙂

    —————–

    Wkwkwk … iya jangan mau masuk kategori tuwir entar repot malah :))
    Semoga di Gudangnya Padeblogan segera hadir deh ya kita pesen rame2
    ;))

  8. prih says:

    Kang Yayat, punten ikutan nimbrung dapat SMS dari Jeng Candy tuk menuju Arkasala, karena jalan kaki ketinggalan pertemuan agung para begawan blog, menikmati jejaknya saja…
    Lanjut Kang dengan buku Giliran Petruk jadi Presiden….
    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *