Saturday, Mar 13, 2010

Melamun KTP yang Online!!!

Ada map hijau di depan meja saya. Map yang baru saya terima dari pak RT, untuk diperiksa dalam permohonan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Surabaya. Permohonan KTP Baru, karena saya domisili di Surabaya setelah kepindahan kami dari Jakarta. KTP saya masih Ciamis. Surat Keterangan Pindah dan berkas lainnya dari Ciamis sudah saya terima 6 bulan yang lalu dan sampai saat ini masih belum menjadi lembaran KTP. Punya saya, istri dan pembantu setia. 6 bulan. Waktu yang melelahkan hanya untuk mengurus KTP. Saya lahir di Indonesia dan asli Indonesia. Bertanah air satu, tanah air Indonesia. Begitupun istri dan pembantu saya.

Beragam kekurangan kerap kali saya temui, terakhir harus direvisi karena tidak ada biodata pembantu saya. Maklum saja pembantu saya aktanya entah ada atau tidak. Ketika saya minta dia dicoret

saja, harus dicoretnya dari Ciamis. Alasannya logis, biar bisa terdata kembali di Ciamis dan tidak jadi pindah. Harus ngurus lagi ke Ciamis, dan 12 jam naik Argo Wilis. Namun akhirnya ditemukanlah akte pembantu saya itu setelah melewati masa pencarian selama 2 bulan nun jauh di kampungnya sana, Tasikmalaya.

Sudah saya susulkan sekarang dan siap untuk ke Dinas Kependudukan.  Jadi tetap masih belom selesai. Sebuah cara baru membuat KTP berlabel Nasional, dan sampai saat ini saya belum tahu bentuknya. Dulu tinggal ke kelurahan, petugas yang ngurus, selesai. Tapi gak apalah, sebagai warga negara kita ikutin prosedur. Biar disebut warga negara yang baik. Toh ini salah satu niat baik pemerintah untuk membereskan administrasi kependudukan. Ribet dikit, boleh lah. Yang penting KTP saya harus jadi.

Saya coba cari pembanding lain dengan cara jalan2 di desa www ini, dan ternyata kawan dari Jakarta pun memiliki pengalaman yang sama. Bedanya KTP dia sudah jadi, KTP saya belum. Entah berapa lama lagi.

Saya membayangkan KTP Nasional, KTP yang berlaku di seluruh wilayah negeri. Yang tidak lagi memerlukan surat pindah jika kelak saya harus pindah lagi. Yang tidak memerlukan kelakuan baik, surat pengantar pekerjaan dan yang lainnya, termasuk akte kenal lahir. Tapi nyatanya tidak, konon hanya Nomor Induk Kependudukan yang satu, KTPnya tidak menasional. Apabila kelak saya harus pindah ke Sorong contohnya, maka harus ada juga surat pindah ke Sorong. Jadi KTPnya bikin lagi di Sorong, hanya nomor induknya yang tetap, satu, tidak berubah … kalau di badan kayak sidik jari kali. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan ini  yang online  (mungkin) sebagai upaya pembaruan dalam pelayanan kependudukan. Usaha Pemerintah sebagai salah satu upaya pencegahan KTP ganda yang sering disalahgunakan. Good.

Akhirnya kupandangi si Map hijau itu …. eh diriku malah melamun.

Lamunan saya, membandingkan dengan chip yang sudah hampir 2 tahun ini saya berlangganan telkomsel. Kartu yang hanya untuk berhalo-halo dan semes-semes. Saya menggunakan kartu hallo telkomsel Jakarta. Masih bisa dipakai di Surabaya. Demikian juga saya memiliki rekening BCA dan Mandiri yang tidak perlu berganti domisili. BCA saya Bandung yang sudah berumur 10 tahun, dan Mandiri saya Jakarta baru berumur 8 bulan.

Saya bukan seorang pakar komputer yang hebat dan bukan pula seorang yang bisa merencanakan konsep yang menasional yang akan diterima sebagai sebuah konsep kependudukan yang sempurna. Tidak kawan. Saya hanya melamun dan berandai-andai.

Lamunan berlanjut, saya memiliki KTP Nasional, yang bisa digunakan ketika membuat akta kenal lahir anak saya, ini ktp tinggal digesek atau ditancapkan saja saja di celah sempit tempayannya seperti mesin gesek kartu kredit yang bisa membaca pemilik kartu di seluruh dunia, lantas dari mesin itu muncul data saya dari mulai nama, tanggal lahir, status pernikahan, berapa kali saya menikah, jenis kelamin, pekerjaan saat ini, pekerjaan sebelumnya, pemilik rekening bank mana saja, pemilik kartu kredit mana saja, alamat ibu dan bapak, nenek, kakek, udeg2, gantung siwur, gropak sente dll., tergambar jelas di layar komputer di berbagai instansi manapun. Ketika saya pindah alamat seperti yang saya lakukan saat ini, saya tinggal update di kecamatan tempat saya akan menjadi warganya setelah mendapat keterangan secara online pula dengan beberapa kecamatan dimana sebelumnya saya singgah. Maklum saya kaum nomaden yang kerapkali pindah tergantung dimana sawah yang akan dicangkul.

Saat ini saya sedang mengajukan akte kenal lahir pula. Anak saya (Aiko) lahir di Surabaya. Saya nikah di Solo dan lagi2 KTP masih Ciamis. Jika KTP sesuai dengan yang saya lamunkan, dengan kejelasan orang tua Aiko dan keluar pula dari rahim ibunya alias istri saya, maka ketika digesek KTP itu di catatan sipil, maka muncul di layar komputer terupdate saya dan istri adalah orang tua Aiko yang asli, setelah dilampirkan surat keterangan Aiko lahir dari rumah sakit. Diprint, tandatangan oleh yang berwenang, jadilah aktenya.

Andaikan saja saya mau ke Medan, KTP bisa jadi alat ampuh karena di KTP ada sidik jari saya dari rumus yang telah dibuat sebelumnya di kepolisian, sehingga jika saya melakukan teror di pesawat atau melakukan tindak pidana apapun, atau setidak2nya membawa barang terlarang, maka akan bepikir dua kali untuk mengorbankan diri karena KTP saya tidak mau cacat.

Andaikan ada orang mau menikah, maka ketahuan dan benar-benar ketahuan kalo orang ini statusnya bujangan, sudah menikah, duda atau janda, atau pernah menikah. KTP tinggal digesekkan saja oleh petugas KUA dalam memeriksa permohonan menikah. Dan tidak bisa dibohongi kalau pemilik KTP adalah status sudah menikah dan sudah beranak 3.

Lamunan saya jadi mengalir deras termasuk saya bakal diblack list di BI jika saya terkena kredit macet di sebuah bank, sehingga saya meminta keringanan jika tidak bisa membayar dengan segera, dan segera akan melunasinya karena KTP saya akan bisa dibaca oleh semua Bank di Dunia, sehingga terbayang mungkin kredit macet sedikit banyak bisa terantisipasi oleh KTP ini karena Bank tinggal menggeseknya KTP saya dalam permohonan dan pernyataan telah melunasi kredit. Tidak bakal ada orang yang ditagih terus menerus karena kreditnya sudah lunas seperti yang sering kita temui di surat pembaca. Nih buktinya … silakan cek KTP gue.

Dengan KTP online kayak gini kayaknya mungkin banyak orang yang mawas diri.

Ketika saya kehabisan memori KTP saya, maka saya harus upgrade di Dinas IT atau apalah namanya atau turunannya yang asalnya kapasitas saya 500 megabyte menjadi 1 Gigabyte karena aktifitas saya banyak dan sering berhubungan dengan berbagai instansi, maklum sering pindah-pindah itu tadi.

Sayang ini hanya lamunan pengandaian, mungkin sebenarnya negeri ini sudah berkaca pada beragam contoh online, hanya dananya mungkin kebesaran untuk membangun sarana dan prasana kayak begini. Tapi pikiran saya yang lain … lho kok telkomsel, BCA, Bank Mandiri dll nya bisa? Semuanya sekarang bisa ONLINE. Seperti blog saya sudah terdata di technocrati, blogcatalog, mybloglog, dll. Logo arkasala(dot)com bisa muncul di blog yang masuk forum yang sama. Fantastis. Bukankah ini era online? Mungkin kah KTP juga bisa online?

Jadi kesimpulannya? ….. Melamun itu gampang kawanSmiley.

Udah ah ngelamunnya …. mau blogwalking dulu.***

Buzz this!

13 Comments

  1. wah si bos ketinggalan berita nie….satu2nya KTP online cuma ada di bogor dan saya udah punya satu….dan yang punya saya doang….dan ternyata, saya juga terbawa ngelamun mikirin KTP online…hehehe…makanya gera pindahnya ke bogor sukses brooo

    [Reply]

    arkasala Reply:

    berarti bogor hebat. saya gak ngelamun2 amat ya. he he. oke selamat sama bogor semoga dalam pembuatannya tidak seribet yang saya alami. tks

    [Reply]

  2. haddaaahh itu parah bgt KTP 6 bulan gag kelar2.. wahwah kurang licin x om hehe.. iyah om.. semua nya pasti bisa klo emg ada niat.. mungkin dengan OL akan semakin cepat kan akurat.. hehe.. dari pada nunggu2 gag jelas.. hehe

    [Reply]

    arkasala Reply:

    ha ha ha biaya sih udah full perasaan. Lebih malah hihi. Cuma sekarang permohonan KTP diperketat. Niat baik untuk mencegah KTP ganda, tapi akibatnya yang repot bagi masyarakat khususnya yang mempunyai nasib kayak saya he he. Ok tks.

    [Reply]

  3. ktp online … mmm one day … apa sih yg gak mungkin? Lamunan yg kreatif. Btw, Aiko nama yg bagus … kayak nama jepang yah :D

    [Reply]

  4. trims, melamun karena kesal he he. Aiko … istri saya tuh yang ngasih … lagi pengen nama ada yang bau jepangnya. ngidam kali duluna :woohoo: tks atas kunjungannya. salam

    [Reply]

  5. Lam Knal Om.. Mas Link nya dah di psng di Blog List Tolong di List balik ya

    [Reply]

  6. KTP Online? Kayaknya dah banyak di berbagai kecamatan bro, tapi tetep aja masih semi manual ;) Peace…

    [Reply]

    arkasala Reply:

    betul kawan, yang online baru SIAKnya saja. Tks

    [Reply]

  7. kebetulan saya dulu pernah ikutan pelatihan SIMDUK dan SIAK mas sebelum mutasi, sebetulnya bisa OL, teorinya begitu dari pusat tapi karena otonomi masing2 daerah tidak sama realisasinya shg OLnya lokal saja, semoga cepat kelar KTPnya…

    [Reply]

    arkasala Reply:

    Betul Mas, ini sudah kemajuan sebenarnya, dalam mencegah KTP ganda dengan NIK yang hanya satu. Baik mudah-mudahan minggu ini saa tidak ada kendala lagi. Terima kasih atas supportnya. Salam

    [Reply]

  8. [...] Maaf urusan ini hanya untuk sebuah KTP, sebagaimana saya pernah ceritakan sebelumnya di mimpi saya. [...]

  9. [...] Touch Screen, Verifikasi Pemilih lewat Barcode KTP?, mengingatkan saya atas posting artikel “Melamun KTP Online“, tepatnya menurut koran itu KTP dengan ?single identity number? yang saat ini sering [...]

Leave a Reply


[+] kaskus emoticons nartzco


 

Statistic

Subscribe to updates Check Google Page Rank