Kebersamaan

Kepulan asap dari wajan besar mulai tercium harum namun menusuk. Ada tanda nasi liwet yang dibuat akan segera matang. Guhek (mereka biasa memanggilnya ——- yang empunya nama mau saya dipanggil begitu) yang bertugas menjadi juru tanak sayup terdengar sedang mengecilkan api dengan menggeser-geser kayu bakar yang menjadi energinya. Terbayang daun pelapis di bawah penutup wajan sudah berwarna kecoklatan di bagian tengah pertanda nasi liwet sebentar lagi matang. Biasanya tinggal tunggu 20 menitan lagi untuk memberikan nuansa sedap dan menjadi nasi yang membutir.

Sementara di bagian bawah di dekat sudut jembatan kecil nan kokoh, terdengar suara yang sedang membakar ikan mas. Dari harumnya sebagian kayaknya sudah berubah warna pula menjadi hitam karena proses pembakaran. Suara Imam sedang memberikan bumbu kecap, lantas dibakar lagi biar si bumbu meresap ke dalam tubuh sang ikan. Anak ini jika melakukan sesuatu suka diringi dengan komentar yang cenderung ribut. Seperti kali ini “ah kecapnya hamper habis, Kang Sepa minta lagi kecapnya, sudah saya duga gak bakal cukup!!!”. Juga terdengar suara Kang Tarman yang lagi membantu mengeluarkan jeroan ikan dan membersihkannya, “waduh ieu mah badag lauk teh, dipotong dua we nya?”. Ternyata Juragan pemilik 8 becak ini sedang diberi tugas menjadi koki ikan bakar cap ronda malam tadi dengan Imam yang baru saja lulus dari SMA.

Konon lima orang masih berkeliling RW, terdengar dari suara kentongan bambu yang sayup-sayup di telinga para penjaga pos. Juga oleh saya yang masih menggelepar di kamar depan. “Si Kuyu mah kalo mukul kentongan tak ada irama sama sekali”, entah siapa yang komentar terdengar suara di kerumunan.

Itulah ramainya kegiatan ronda malam.

Tidak melulu memang yang hadir malam itu yang kebagian wajib ronda malam. Di antaranya terdengar suara Kang Sepa, Mang Ilyas dan Kang Dimi yang memang sejak dulu hampir tiap jam 2 selalu ikut berembuk, sementara ada juga Mang Didi yang saat itu konon tidak bisa tidur. “Teu bisa sare sayah teh, keur mikiran si bungsu kumaha kabarna di pangumbaraan”, ujarnya. Mungkin juga karena penggemar ikan bakar, hidungnya selalu peka jika mencium khas dan membuat perutnya mulai keroncongan sehingga mereka ingin gotong royong menghabiskan nasi liwet berteman ikan bakar. Sedaaaaaap.

Kang Sepa yang selalu dijadikan tetua bukanlah pengurus RT, RW atau kepala Desa. Dia seorang tokoh kampung. Pemilik toko bahan bangunan kecil ini memang suka sekali berkumpul dengan warga. Karena siang bukan waktunya untuk bergaul karena disibukkan dengan kalkulatornya yang sudah tidak lagi kelihatan angkanya saking terkikis oleh telunjuknya yang bercampur dengan ragam unsur matrial. Sibuk dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Dini hari menjadi waktu yang tepat baginya bercanda sampai menjelang subuh.

“Saya masih salut dengan kampung ini, yang dari sejak jaman saya kecil sampai sekarang ronda malam tidak pernah henti dan selalu ramai. Para pendahulu kita seperti Abah Arta dan Aki Mirda lah yang memberikan jasa besar sebagai pencetus ronda malam dan mencegah jangan sampai berhenti dengan cara membuat acara yang menarik. Salah satunya ya membuat nasi liwet ini. Asal jangan dihiasi oleh ikan colongan, atau pagi-pagi si emak yang kehilangan 2 kg beras karena diambil buat nambah perelek”.

Kang Sepa yang pernah kuliah di Bandung tapi tidak tamat itu melanjutkan ceramahnya, “ saat ini kita banyak tantangan, terlalu banyak pengaruh yang kurang baik yang mengecilkan kebersamaan. Kita dipecah belah oleh pola konsumtif dimana masing-masing warga jadi penuh persaingan yang tidak berguna”. “Contohnya, tetangga beli kulkas, ada warga yang meriang. Tetangga beli televisi baru, ada warga yang batuk, tetangga membangun rumah ada tetangga lain yang jantungan. Kalo begini bagaimana bisa membangun kampung sementara warganya sibuk mengurusi iri dan dengki yang menyebabkan penyakit”.

“Juga ada kekurangan lain di kampung kita ini, yaitu mesjid gede yang penuhnya ketika Jumatan saja. Biasanya mesjid raya itu selalu ramai tidak mengenal waktu” lanjut Kang Sepa.

“Coba di mesjid gede, kalo sholat subuh hanya ada satu baris yang terisi. Padahal mesjid begitu luas, apa karena itu tadi ya Kang, banyak tidak bolehnya ?”, terdengar suara mang Endi menimpali.

“Tidak hanya mesjid gede kang, mesjid kecil juga sepi, beda sama waktu dulu kita kecil, sebelum adzan itu sudah ngantri pada wudhu”. Mang Ilyas ikut menyela.

Teras kumaha Kang ?”, tanya Kang Ilyas.

“Kalo masalah agama mah saya sendiri masih harus banyak belajar. Cuman kita harus menghargai satu sama lain. Harus saling memahami kalo manusia memiliki pemikiran yang berbeda. Mereka punya pemikiran dan keinginan masing-masing yang perlu kita hormati. Kalo sudah saling menghargai maka kebersamaan akan terjaga dan bukannya tidak mungkin dengan tidak membeda-bedakan dan tidak memaksakan kehendak malah orang-orang jadi rajin lagi ke mesjid”, lanjut Kang Sepa.

“Kita bagus dalam memecahkan beberapa masalah masyarakat melalui pertemuan RT, RW, Kampung dan Desa untuk menentukan jalan yang terbaik, makanya dalam pertemuan itu kita manfaatkan dengan sebaik-baikya. Namun sekali lagi disayangkan untuk urusan keagamaan dan mesjid mereka pada tidak mau membahasnya”.

“Kalo semua berjalan dengan baik maka tidak tertutup kemungkinan kita akan menjadi kampung yang sejahtera dan nyaman untuk ditinggali. Dari sisi gotong royong dan memelihara keamanan kita sudah bagus, tinggal menerapkan prinsip tolerasi dan berupaya ikut mensejahterakan umat, ciri ini yang jangan sampai hilang dan harus dipertahankan”. lanjut Kang Sepa lagi.

Terbangun dari tidur, Saya menjadi pendengar setia “ceramah”nya Kang Sepa dan suara-suara peronda malam yang sibuk bikin nasi liwet. Sesekali harum ikan bakar membuat nafsu ikut urun rembuk menghabiskannya menjadi sangat kuat. Dari tadi belum beranjak ke luar. Kantuk masih kuat namun tidak bisa terpejam sempurna karena suara mereka cukup mengganggu. Hanya gulang – guling di ranjang dari kamar kecil bagian depan rumah yang kebetulan berdekatan dengan Pos Ronda. Namun akhirnya kupaksakan beranjak juga karena tergelitik dengan ceramahnya kang Sepa yang ketika saya pikirkan kok runut sekali bersumber dari nilai-nilai Pancasila yang berusaha menerapkannya dalam skala kampung.

Akhirnya berlindung di kerubungan kain sarung (dingin sekali, beda sama Surabaya), saya keluar juga. Kang Sepa menyahut “Eh Kang, kapan datang. Pas nih ayolah makan dulu, Udah mateng. Kirain gak ada!!!. Sekeluarga datang?”

“Sendirian. Saya naik kereta Kang, tadi jam sepuluh baru sampe, maklum cape baru bisa keluar . Besok mau ngurus surat SKCK. KTP saya Surabaya gak jadi-jadi……. Ah … Jadi gak enak tadinya mau ikut diskusi kok malah langsung makan”, jawab saya sambil bersalaman dengan mereka. Maklum setelah lebaran kemarin saya baru bisa datang lagi.

“Walah hanya ngomongin untuk urusan kampung saja. Saya mah hanya bisa mikirin kampung , gak jauh-jauh. Mikirin dari yang kecil dulu untuk ikut urun rembuk masalah bangsa ini. Saya hanya ingin ningkat kebersamaan di Kampung ini. Kata orang Sunda mah ‘Kacai jadi saleuwi, kadarat jadi salebak. Sarendeuk saigel, sabobot sapihanean’ he he he, tapi susah. Ciri khas bangsa ini kan gotong royong dan kebersamaan, tapi sekarang sudah agak pudar juga di kampung ini”, katanya di akhir “ceramah”nya seraya mengambil daun pisang dan mengajak kami makan. Pun termasuk yang keliling lima orang tadi ramai-ramai bermakan ria.

“Ayo makan, bentar lagi Shubuh lho”.

Ah sambelna asin teuing, Imam mah geus hayangeun kawin tah”, Kang Sepa protes.

Lantas saya pun ikut nimbrung menghabiskan nasi liwet dan ikan bakar. Sedaaaaaap.

—————

(Hanya karangan. Sebuah cerita hasil mengingat-ingat obrolan di Kampung pada waktu ronda malam yang sampai saat ini masih berlangsung semarak selama bertahun-tahun. Cerita ini untuk diikutkan dalam Bukan Kontes Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa di Blognya KangBoed).

Nama-nama di atas adalah nama yang disamarkan.

79 Responses to “Kebersamaan”

Leave a Reply

:01: :02: :03: :04: :05: :06: :07: :08: :09: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :18: :19: :20: :21: :22:

Categories
Archives
Partner links
Recent Comments
  • Piss on the Web: dikelola oleh pemilik blog sangsaka(dot)com) ini dimoderatori oleh blogger-blogger senior seperti:,...
  • sandi: oke deh kang, ntar saya cek….gimana kabarnya kang….udah sembuh belum
  • dedekusn: :18: Cauna bade dilampirkeun dina imel kang atw di alungkeun via monitor :18::16::16:
  • Embun Sebara: terimakasih Mas langsung meluncur.. :16:
  • dwi: masih belum sehat ya mas?
Link Sahabat

A

AbdulAziz Blog

AbdulCholik Blog

AC Milan Ind

Action Figure Toy

Ada Apa Yep

Adirossi Blog

Achmad Sholeh Blog

Akhatam Blog

Alamendah Blog

Aliaz Blog

Aldrix Blog

Alfon Blog

All GoBlog

Alwi's Blog

Andriristiawan Blog

Areros Blog

Arsumba Blog

Aurora Blog

Artasastra Blog

Aurora Blog

Automotive Blakers

B

Bachtiar Blog

Badruznucultural Blog

Batasvusqu Blog

Belajar Blog

Berita Unik Blog

Berry Devanda Blog

Bisnis dan Pemasaran BLog

Black Automotive

BlogBoys

Budi (Borneo) Blog

Bundadontworry's Blog

Bundo Nakjadimande

Bunglon's Blog

Buwel Blog

C

Casrudi.com Blog

Cas' Stuff Blog

Catatan GusMaya

Catatan Harian Febri

Celoteh Blog

Chokey Blog

Citromduro Blog

Cmacw.info Blog

D

Dangstar Blog

Dapur Punyaku

Dasir Blog

DedeKusn Blog

DenMas Blog

Desri Blog

Desain Lansekap

Dewi Yana Blog

Dobleh Yang Malang

E

Embun777 Blog

F

Fatma Blog

Fauzikun Blog

G

Financial Adviser

G

Genial Butuh Somay Blog Gss-Lecess

GusKar Blog

GusKar(dot)Com

H

Hadi-7 Blog

Hadi.info Blog

Haniifa Blog

Haris Ahmad Dot Com

Hidayat Blog

HP Nugroho Blog

Humor Bendol

I

Iptek - Andy Blog

Iptek Online Blog

J

Jajang Blog

JhezeR Blog

Jimmy Blog

K

KangBoed Dot Com KangBoed Comentator Bloggeer

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang ... Zippi Blog

Kerja Keras Adalah Energi Kita ... Yanti Blog

Kerja Keras adalah Energi Kita

Khery Blog

Khery Sudeska Blog

Kolojengking Blog

Kontes Blog Indonesia

Kre_Thek Blog

Kuliah Informatika

KumpulNet

KutuBacaBukuBlog

L

Laksamana Embun

Linduaji

Lumongga Anandita

M

M

Mapuc Blog

Marsudiyanto.info Blog

MasChlolik Blog

MasJaliteng

Megan Fox

Mungil Blog

P

Planet Orange

Putra Galuh

R

Rachmadwidodo’s Weblog

Rohayati Blog

Rojai82 Blog

S

Sandi Blog - Apotik Sehat

Sangsaka Blog

Sawali Tuhusetya Blog

Serunya Belajar Seo

Seputar Dunia Anak

Si Rusa Bawean

Solo Property

SQ Blog

Syahroni Blog

T

Tarian Jemari Blog

!Techno|Blog!

Tips Kita Blog

Tomi Blog

Top Pizza Specials

Troyeman Blog

Toraya Salatiga Blog

V

Vijay Blog

VyanRH Blog

W

WandiSukoharjo.com

WandiThok WPCom

Wong Jalur.Com

Y

Z

Zenteguh Blog

Zenteguh (dot) Com

Zulhaq Blog

HTML hit counter - Quick-counter.net Subscribe to updates Check Google Page Rank