Jalan-Jalan ke Trowulan Mojokerto
April 28, 2013
Melihat Dari Dekat Jambore Nasional LJ80 2013
May 12, 2013

Buku Johntefon’s RAW

Beruntung sekali kemarin saya jalan-jalan ke Gramedia dan mendapatkan buku Johnstefon’s RAW, Fundamental of Adobe Camera RAW, secara saya yang suka memotret dengan format RAW sangat berharap pada buku ini.

Awalnya Johntefons yang memang diakui kehebatannya dalam olah digital dan fotografer kesohor di negeri ini memberikan informasi mengenai terbitnya buku hasil karyanya melalui media twitter yang saya follow. Saya tertarik dan langsung cabut ke Gramedia.

Tak ditunda-tunda, ketika sampai rumah saya buka-buka dan baca-baca. Dan inilah buku yang saya butuhkan dimana akan dituntun mengolah foto dalam format RAW sehingga akan mendapatkan hasil olahan foto yang kita inginkan.

ZJohnTeflon

Sekilas adalah perbedaan memotret dengan format RAW terlebih dahulu dibanding langsung dengan menggunakan format JPEG menurut buku ini :

JPEG adalah file instant dengan kedalaman warna 8 bit/chanel yang mengasilkan 16 juta warna yang sudah diproses dalam firmware dalam kamera digital. Ketika memotret dengan format JPEG, kamera secara otomatis memprosesnya dengan meningkatkan Contras, Brightness, Saturation, Sharpness, lalu memprosesnya dengan membuang warna yang berdekatan sehingga file menjadi lebih kecil. Jika dianalogikan dengan foto analog, JPEG adalah “Digital Polaroid”, dimana ia dapat dipakai tanpa diproses terlebih dahulu.

File RAW adalah “Digital Negative” dengan kedalaman warna 14 bit yang mampu menghasilkan 4,3 trilyun warna. Tidak seperti JPEG, ketika memotret dengan file RA, kamera hanya menerapkan setting yang telah anda tetapkan (berikut data mentah yang belum diproses) ke dalam file versi RAW kamera itu sendiri. Dengan data 4,3 trilyun warna memungkinkan untuk dikompensasi eksposurnya sebesar 5-stop dengan hasil yang masih cukup baik. Sebagaimana halnya film negative, Raw juga tidak dapat langsung digunakan sebagai gambar, oleh karena itu anda harus mengolahnya terlebih dahulu.

Nah, dalam buku ini Johntefon memberikan petunjuk yang sangat jelas dalam menuntun kita sebagai pembaca untuk mengolah foto setahap demi setahap dan cukup mudah untuk dimengerti. Segala fungsi yang ada dan beberapa langkah yang diperlukan dalam mengolah file RAW sehingga menjadikan foto yang diinginkan diberikan secara lengkap dalam buku ini.

Saya langsung praktek walau belum sepenuhnya seluruh petunjuk buku ini saya praktekan dengan sempurna dan detil.

File RAW dari kamera Pentax K5

Monas7096Screen

Hasil setelah diolah dengan Camera RAW 7.0 dan menghasilkan foto yang berformat JPEG :

ZMonas1Edfit

Jalan-jalan di Monas dengan Keluarga

Foto malam dengan File RAW dari kamera Pentax K5

Cengho

Hasil setelah diolah dengan Camera RAW 7.0 dan menghasilkan foto yang berformat JPEG :

ZCengho

Masjid Cheng Ho Pandaan, Pasuruan.

File RAW sendiri selalu melekat dalam kamera digital khususnya DSLR dan Mirorless dan konon beberapa untuk kamera kompak.

Sebagai orang yang baru menggeluti dunia fotografi, saya sangat terbantu dengan format RAW ini karena salah satu fungsi lain dapat mengoreksi White Balance yang menentukan warna foto dimana saya kerap melupakan setting. Dan tentu saja buku ini lebih melengkapi upaya saya dalam belajar lebih lanjut dunia memotret untuk bisa menghasilkan foto yang bagus. Syukur-syukur bisa menghasilkan foto sekeren hasil karya Johntefon yang banyak ditampilkan di bukunya yang diberi Judul : Johnstefon’s RAW, Fundamental of Adobe Camera RAW.

0 Comments

  1. nh18 says:

    Warnanya jadi bisa lebih dimatengin ya Kang ?

    keren ih

    salam saya

    ————–

    Iya Om, kalo saya menangkap ibarat film di afdruk he he.
    Terima kasih Om
    🙂

  2. LJ says:

    jadi lebih paham ttg si RAW ini..

    hasil olahan mesjid Cheng Ho, mantep banget..! :-bd

    ——————

    Coba deh sekali .. pasti ketagihan pake RAW :))

  3. Rano Karno says:

    Inilah gunanya suhu…selalu membagi ilmu…siap menyimak kang..

    ————-

    Hanya ikut kasih info buku yang keren Mas :))

  4. Rinaldy says:

    Makin menjadi kang …

  5. Dari hasilnya juga dapat menimbulkan efek bayangan sempurna pada photo ya Kang. terlihat lebih bagus pada hasil pengambilan gambar di waktu malam hari. Wah,,,,,, mantap ini.

    Salam wisata

    ————–

    Kelebihan RAW kita bisa mengatur dan mengoreksi beberapa kesalahan seperti warna.
    Terima kasih Mas
    🙂

  6. […] Om Ken Rockwell bilang, distorsi yang ada sangat mudah untuk dikoreksi di software komputer seperti Adobe Camera Raw misalnya. Sebuah konsekuensi menggunakan lensa wide dimana kita akan selalu bertemu dengan apa yang […]

  7. […] kerap menggunakan RAW sehingga untuk lebih menggelapkan bagian backround lebih mudah dilakukan di Adobe Camera Raw atau di […]

  8. […] format RAW karena data white balance ini dapat dikoreksi pada software seperti lightroom atau adobe camera raw. Sementara dalam format jpeg saya mengalami […]

  9. wah bagus banget yah, warnanya jadi lebih mateng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *