Sabtu Rindu Pantai Papuma
January 25, 2014
Benteng Kedung Cowek, Salah Satu Pilihan Untuk Hunting Foto di Surabaya
February 18, 2014

Bercengkrama dengan Olympus E-PL3 Pen

Sudah lama saya ingin berkenalan dengan Olympus dan kini berkesempatan untuk menjamah E-PL3 Pen yang sempat saya bawa ke beberapa daerah salah satunya ke Pantai Papuma.

Jujur saja, tertarik menggunakan Olympus sejak Darwis Triadi menjadi duta Olympus dan kerap majang di majalah-majalah fotografi khususnya ketika berpose denganΒ OLYMPUS OM-D E-M5 yang kesohor itu.Β Walau bukan jenis OMD yang saya coba, namun saya cukup puaslah bercengkrama dengan kamera E-PL3 Pen yang mungil ini.

Olympus E-pl3 pen

Ketika menggunakan Olympus e-pl3 pen. (maaf ya fotonya agak iseng dikit :)) )

Dari sisi penampakan, Olympus E-PL3 ini cukup mungil. Lebih simple dibanding kamera yang pernah saya pegang dan featurnya lumayan dan tentunya nyaman buat diajak jalan-jalan. Tinggal masukkan ke kantong mungil seperti si buluk biru yang saya punya. Beres.

Yang paling saya suka dari kamera ini adalah saya mendapatkan semacam What You See is What You Get. Jadi apa yang saya lihat di layar ketika membidik maka itulah yang akan saya dapat setelah menjepretkan kamera. Jadi, kekurangan yang ada ketika akan mengambil gambar akan diketahui sebelumnya. Selain itu kecepatan fokus yang menurut saya mirip dengan Nikon D7100 yang kini saya gunakan. Cukup cepat ketika dipasangkan dengan lensa kitnya.

Dari sisi ketajaman, dengan ditancapkan lensa kitnya 14-42mm, menurut saya cukup tajam. Saya merasa cukup membawa lensa ini untuk jalan-jalan walaupun dari sisi wide di 14mm menurut saya masih kurang karena crop factor yang 2 kali berarti berada di ukuran 28mm pada kamera fullframe. Sedangkan untuk tele yang 42mm seakan kita menggunakan 84mm pada kamera full frame. CMIIW yah cara ngitungnya. ;))

Dari sisi fungsi saya suka ada pengaturan tombol yang disesuaikan dengan keinginan kita. Seperti contoh untuk tombol red button saya fungsikan sebagai AE Lock untuk mengunci exposur dimana tombol ini saya kerap ditemui di Nikon D7100 yang biasa saya gunakan.

Picture modenya juga lumayan banyak untuk dijadikan style foto. Ada beberapa dari yang pop sampai pada yang bernuansa HDR. Semua mudah digunakan walau harus diset melalui menu terlebih dahulu.

Hanya saja, saya masih meraba-raba ketika menggunakan format RAW dengan ISO tinggi. Noisenya sudah terasa di ISO 400mm. Namun ketika menggunakan JPEG semua baik-baik saja. Semoga ada kawan-kawan yang menggunakan Olympus bisa memberikan sedikit tips untuk saya.

Kampus Unair

Unair Kampus C, ISO 200, Kec. 1/1000 pada f/3.5. Hasil konversi dan olah dari RAW ke Jpeg melalui Lightroom

ZP1190698__1391020859_139.194.172.15

Yuni lagi motret πŸ™‚ Picture Mode HDR Effect dari Kamera (resize only) : ISO 200, 1/2000 pada f/4

Hasil foto lainnya bisa dilihat di galeri saya.

Secara keseluruhan, saya senang dengan kamera ini. Kamera simple yang siap diajak jalan-jalan dan dengan kualitas gambar yang cukup memuaskan saya. Olympus E-PL3 Pen yang mungil ini harganyapun cukup terjangkau.




0 Comments

  1. Lidya says:

    Kang yayatnya jadi kembar πŸ™‚

  2. nh18 says:

    Waktu Kopdar Blogger Nusantara kemarin …
    saya membawa Olympus Pen E-P3 …
    (itu yang saya genggam sambil jogedan yang difoto oleh Yuni dulu itu … hahaha…)
    Dan ya … kamera ini … canggih punya … hasilnya juga tidak mengecewakan … responsnya juga ciamik …
    Bisa Touch Screen pula … untuk menentukan titik fokusnya …

    Salam saya Kang

    —————–

    Keren itu E-P3 Om … saya belum nyoba tuh yang titik fokusnya ditentukan di layar dengan touchscreen. Makasih Om πŸ™‚

  3. zenteguh says:

    Wah foto atas itu kok gahar banget ya….dengan kumis tebal, udah mirip Darwis Triadi aja……..kkkk. Eniwei, saya izin nyimak aja kang. kagak ngarti kamera…

    —————-

    Wkwkwkwk …. kebetulan lagi pengen ha ha …. Btw masak gak ngerti kamera wong tiap hari dijejali berita gadget gitu ;))

  4. Wah bagus-bagus gambanya.

  5. rizza says:

    maaf om kalo boleh tau ada gak yah komunitas mirroles,, sya punya epl3 ini dulu cuma buat piknik aja,, tpi skg pngn bljr,, klo bisa infonya daerah srbya.. thanks om

    ——————

    Terima kasih sudah berkunjung.

    Kalau komunitas mirrorless saya belum tahu. Tapi kalau mau belajar bersama ayuk kapan2 hunting bareng πŸ™‚

  6. oginz says:

    Saya baru memiliki E-PL3 ini sekitar satu bulan. Belum bisa mengexplore terutama pada mode Manual, P, S dan A. Biasa menggunakan Canon DSLR. Saat manual ring focus kalau diputar kok zoom-nya kurang halus ya. Suka langsung blegk membesar. Mungkin ada sarannya om. Terimakasih.

  7. Sedang googling mengenai olympus epl3, yang rencananya mau beli. Eh kok, ada fotonya Mbak Yuni. πŸ˜€
    Jadi, ini mirrorless recommended buat blogger? πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *