Cara Saya Belajar Memahami Exposure
July 10, 2013
Buku Keren Untuk Belajar Food Photography
July 15, 2013

Ketika pertama kali memiliki kamera DSLR, satu hal yang terlupakan adalah memahami fungsi dari white balance (WB). Gara-garanya ketika membaca sebuah buku sudah ditunjukkan dengan suhu warna dalam satuan kelvin (K). Saya pikir kok untuk akurat harus menuju ke rumus fisika. ๐Ÿ˜†

Belakangan setelah melalui proses “harus” tahu, ternyata untuk sementara waktu saya menyimpulkan kalau menentukan white balance ini tidak seribet yang saya duga sebelumnya.

Saya jadi berfikir, kamera masa kini betul-betul canggih. Mereka sudah berfikir “mengglobalkan” sumber cahaya dan disimpulkan oleh “hanya” beberapa kondisi sumber cahaya. Dan bagi saya lumayan cukup akurat jika kita memotret di sebuah lokasi yang memiliki cahaya dominan.

WhiteBalance photo WhiteBalance_zpsd86e5ae4.jpg

Kamera menyediakan sarana dimana kita kalau bisa setting seperti di bawah ini :

Auto, jika kita tidak mau ribet dengan masalah setting WB pada kamera, langsung aja pilih auto dan langsung jepret. Namun untuk kondisi sore hari misalnya atau di ruangan malam hari kadang si Auto ini tidak begitu akurat pada beberapa kamera yang saya gunakan.

Daylight, jika kita akan memotret di siang hari di luar ruangan, makanya simbolnya di kamera berwujud matahari. Dalam satuan kelvin berada di sekitar kurang lebih 5500 Kelvin menurut lightroom.

Tungsteen, cocok untuk di dalam ruangan yang sumber cahayanya lampu bohlam makanya simbolnya juga bohlam. Angkanya kurang lebih berada di 2800 Kelvin.

Flourescent, digunakan jika kita motret di sebuah ruangan yang sumber cahayanya adalah lampu neon, makanya simbol di kamera juga lampu neon. Angkanya berada di kisaran 3800 Kelvin.

Shade, yang ini digunakan di sebuah lokasi yang berbayang seperti di bawah pohon atau di rumah yang sumber cahaya matahari tapi tertutup bayangan makanya simbolnya juga rumah yang berbayang. Angkanya berada di kisaran 7500 Kelvin.

Cloudy, memiliki simbol awan dimana kondisi sedang mendung. Saya kerap menggunakan mode ini ketika motret sore atau pagi hari karena suasana menjadi agak hangat. Angkanya berada di kisaran 6500 Kelvin.

Tanda Flash sering saya gunakan jika menggunakan flash baik flash internal maupun external.

Setelah custom baiknya digunakan ketika kita kebingungan dengan sumber cahaya atau kita menggunakan lampu studio dimana kerap kita menemukan speknya yang menunjukkan angka pada lampu seperti 5600 kelvin misalnya.

Namun begitu sebagaimana suhu fotografi bilang, dalam fotografi tak ada yang salah dan benar, akan tetapi mau dibagaimanakan warna foto kita. Nah salah satu untuk mengatur warna tersebut adalah white balance.

Nah bagaimana jika saya salah setting White Balance ?

Saya sangat terbantu karena kesukaan saya memotret dengan format RAW karena data white balance ini dapat dikoreksi pada software seperti lightroom atau adobe camera raw. Sementara dalam format jpeg saya mengalami kesulitan.

Di bawah ini adalah contoh ketika saya motret pada sore hari ketika ngabuburit di bawah jembatan Suramadu.

As Shootย saya set kamera pada Cloudy yang hasilnya seperti di bawah ini :

As Shoot photo ZKolongSuramadu1_zps981a1388.jpg

Jika gambar di atas menggunakan setting Auto,ย kurang lebihnya gambar akan menunjukkan seperti di bawah ini :

Auto photo ZKolongSuramaduAuto_zps0e719e39.jpg

Jika menggunakan Daylight,ย  maka gambar yang dihasilkanย  jadi seperti di bawah ini :
DayLight photo ZKolongSuramaduDayLight_zps25513a49.jpg
Sedangkan jika menggunakan Tungsteen, menghasilkan gambar lebih membiru. Lebih dingin ;))

Tungsteen photo ZKolongSuramaduTungsteen_zps01375ded.jpg

Demikian pula jika menggunakan Flourescent gambar akan seperti di bawah ini :
Floerescent photo ZKolongSuramaduFloerescent_zps0d034fa8.jpg

Jika setting floerenscent dilakukan diruangan yang sumbernya lampu neon, hasilnya juga akan sesuai dengan aslinya seperti ketika saya motret buku seperti contoh di bawah ini dimana biru menjadi tidak dominan karena mungkin bisa dikatakan tepat dalam penempatan setting white balancenya alias sesuai dengan suhu warna si lampu neon.

Buku photo ZAnselAdam1_zps3072c746.jpg

Adapun contoh penggunaan flash, walahpun gambar ini telah mengalami olah digital, akan tetapi white balance tidak saya rubah dan saya coba menggunakan tanda flash di kamera ketika memotret :
 photo ZAikoHijab12_zpsb108bd29.jpg
Dalam kondisi yang sama jika menggunakan setting tungsteen fotonya jadi terlihat lebih ungu, dan bagi saya ini mengganggu :
 photo ZAikoKelvinTungsteen_zps26934392.jpg

Itulah yang saya lakukan dengan harapan setiap akan melakukan pemotretan kelak, baik ketika hunting foto atau memotret moment tertentu saya akan selalu teringat tentang setting white balance terlebih dahulu yang berpengaruh pada tampilan warna selain memahami exposure yang menentukan terang gelapnya foto.

Mohon masukannya ya ..!!!ย  :lovekiss:

0 Comments

  1. LJ says:

    besok disimak lebih dalam lagi, kang.. ini juga yang sedari awal aku anggap ngeriweuhin ajah, termasuk si segitiga itu.. :komunis: ”

    aku suka foto yang paling atas.

    ———————-

    Ha ha setuju .. dulu sempet keder juga .. tapi mau gak mau supaya akurat WB menjadi bagian penting ๐Ÿ™‚
    Makasih apresiasinya
    ๐Ÿ™‚

  2. marsudiyanto says:

    Kalau memang hoby dan ditekuni, maka pastinya apa2 serba detail. Saya dukung Mas Yayat terus berbagi ilmu fotografi ini meski saya belum bisa menyerapnya…

    —————–

    Kebetulan saja pak lagi punya misi apa yang saya praktekan saya tulis. Semoga aja bermanfaat bagi yang membacanya dan ada koreksi jika ada kekeliruan.
    Terima kasih sekali atas dukungannya
    ๐Ÿ™‚

  3. Ryan says:

    wah.. selama ini gak pernah utak atik WB setting di kamera. thank you for the info mas.

    ————–

    Kita sama-sama mulai mencobanya Mas. Trims juga atas apresiasinya ๐Ÿ™‚

  4. rawins says:

    nah kalo seting itu aku juga sering pake. tapi aku belum mudeng dengan grafik yang muncul itu. cara manfaatinnya gimana sih biar, om. kan bisa tuh dimunculin di lcd saat mau ngejepret

    —————–

    Kalo grafik tersebut merupakan histogram untuk mengukur exposur atau saya memahaminya untuk melihat gelap terangnya foto ketika di LCD (jika di kamera) yang kadang gak jelas. Saya simple saja memahaminya karena detilnya juga saya belum memanfaatkan betul. Hanya sebatas jika di sebelah kanan adalah area shadow, jadi jika grafiknya tinggi maka tingkat gelapnya juga dominan. Yang tengah adalah midtown dimana akan memberikan kejelasan foto karena semakin tinggi semakin banyak pikselnya. Sedangkan semakin ke kanan adalah highligt, dimana semakin tinggi akan semakin terang atau over. Sedangkan secara teknis bahwa photo yang baik adalah yang memiliki eksposure yang pas, dimana ketika melihat area gelap tidak terlalu gelap dan area terang tidak terlalu terang.

    • rawins says:

      berarti secara gampangnya biar foto itu hasilnya bagus, cari sudut yang grafiknya kanan kiri seimbang ya, om..?

      thks infonya deh. selama ini aku cuekin saja tuh padahal kan muncul di lcd kamera setiap saat.

      —————-

      Secara teknis emang begitu Mas, tapi kalo kreatifitas kan laen deh kadang yang over juga banyak yang bagus dan artistik ๐Ÿ™‚

  5. lozz akbar says:

    Karena saya enggak paham teori intip mengintip.. saya intip aja bintang iklan kecil Ramadhan aja ah hehehe

    ———————–

    Ha ha mantaps Uncle ;))

  6. zenteguh says:

    Saya makin tak menjangkau teknis-teknis begini..
    izin menyimak suhu…………..wah makin ngeri ilmunya

    —————–

    Makasih … tapi …
    Susuhunan
    ๐Ÿ˜€

  7. zenteguh says:

    foto lanskapnya makin okee

    ——————

    Ha ha matur nuwun sanget Suhu ๐Ÿ™‚

  8. Wow, banyak ilmu di blognya Kang Yayat. Sungguh senang bacanya, Kang. Banyak belajar saya. Jazakallahu khair..

    ——————-

    Ini hanya pengalaman aja Mbak … hasil praktek ditulis untuk lebih mengingat saja.
    Mohon masukannya …
    Eniwei rada2 tersanjung nih Master Fotografi bermain kemari
    ;))

  9. […] Setting White Balance dengan Mudah Melalui Lightroom atau Adobe Camera Raw @ arkasala (dot) net on Belajar Memahami White Balance […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *