sony alpha 230Setelah saya mulai suka fotografi dan memiliki keingan untuk mempelajari dan beraksi dalam jepret menjepret, tentunya saya harus memiliki sebuah kamera. Sayapun mulai bertanya-tanya baik secara offline maupun online, mencari referensi dan beberapa petunjuk saya baca dengan teliti.

Ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih kamera. Itulah yang saya peroleh dari beberapa pakar fotografi. Petunjuk lengkap cara memilih kamera saya peroleh dari kaskus yang memiliki forum membahas fotografi. Saya membaca tuntas artikel yang berjudul Pedoman Membeli Kamera D-SLR tersebut.

Akhirnya saya memilih dan membeli Sony Alpha 230 seken. Dengan alasan :

  • Harga yang sangat terjangkau untuk ukuran saya yang masih belajar.
  • Kualitas Sony yang telah mengakuisisi Minolta memiliki kualitas yang cukup baik, CMIIW. Salah satu rujukan hasil foto natural,  saya peroleh dari sini yang memberikan alasan kuat kalau memang kualitasnya tidak perlu diragukan.
  • Penjual ketika saat membeli barang seken ini cukup dapat dipercaya karena selain beliau adalah pengajar fotografi juga rumahnya berdekatan dengan saya. Saya diberi pelajaran singkat menggunakan kamera ini.
  • Tombol-tombol navigasi yang cukup mudah, dan buku manual versi English-nya juga cukup mudah untuk dipahami.

Kenapa saya memilih barang seken alias bekas ?

Alasannya simple : jika kelak dijual kembali saya berharap tidak terlalu jatuh 🙂

Itulah sob beberapa alasan saya… jangan lantas dijadikan acuan karena sekali lagi saya newbie .. termasuk alasan saya bisa keliru dalam memilih Sony Alpha 230 ini. Yang jelas saya nyaman menggunakan dan belajar dengan kamera ini. Hasil belajar saya yang sampai saat ini berusia 25 hari bisa dilihat galeri foto saya. Mohon kritikannya !

 

 

 

16 Comments

  1. […] mendapat telpon dari yang menyediakan kamera sony a230  pada malam hari di rumahnya. Dan tentu saja sebagai orang yang awam saya harus banyak bertanya […]

  2. […] apa yang ada di meja tempat saya ngeblog. Ini hasil jepretan pertama si MET dengan menggunakan Sony Alpha 230 saya dengan lensa Minolta 35-70. Petunjuk dari fotografer senior semua auto harus dimatikan. Jadi […]

  3. LJ says:

    seandainya bisa membeli barang seken secara terpercaya begitu
    aku juga bakal milih beli yg seken dulu.
    biar sesuai sama budget, bisa segera beli
    gak ketundatunda kayak ginih 🙁

  4. […] kit pembelian sony alpha 230  kemarin, saya mendapatkan lensa kit ini berupa Lensa 18-55. Jadi saya pikir saya hanya perlu […]

  5. […] perlengkapan seadanya, Kamera Sony Alpha A230, Lensa Kit 18-55 dan Minolta 35-70, saya pun jalan-jalan yang masih berlokasi sekeliling rumah. […]

  6. […] membawa lensa kit 18-55 dan Minolta 35-70 untuk dipasangkan ke kamera saya dan filter CPL dan ND8 untuk coba-coba […]

  7. tukangpoto says:

    Untuk yang baru memulai memang dapat menggunakan merk yang mana saja karena saya percaya teknologi dan resultnya nggak jauh beda, tapi jika ingin melangkah ke tingkat yang lebih advance disarankan untuk memilih pabrikan yang sudah lebih dulu establish 🙂
    Semoga membantu.

  8. […] di rumah, saya keluarkan kamera dan lensa 200mm saya dan segera menuju ke lantai atas tempat jemuran… namun ternyata benar […]

  9. […] saya yang belum terjawab pasca dilepasnya kamera “perintis” saya motret yaitu si Sony A230. Oh ya saya terpaksa melepas Sony A230 kesayangan karena alasan yang tidak bisa saya sampaikan di […]

  10. […] menelusuri sekian banyak hasil jepretan saya baik ketika menggunakan Sony A230 maupun Pentax K-5 yang saat ini sedang saya cumbui, ternyata apa yang saya hasilkan masih jauh dari […]

  11. […] yang jual malah penasaran pengen mencoba. Kalau tidak salah saat itu saya masih menggunakan kamera Sony A230. Dan fotonya sendiri lupa yang mana yang dihasilkan dengan menggunakan filter ini, karena saking […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *