Belajar Motret Kota ( Cityscape ) di Malam Hari
July 1, 2013
Buku Petunjuk Jalan untuk Sukses Bisnis di Internet
July 5, 2013

48 Jam Bersama Nikon D7100

Nikon D7100 yang baru-baru saja dirilis, datang ke meja redaksi arkasala.com **pura-pura majalah. Tahu aja kalau saya pengen mencoba kamera adik kandung punya saya, Nikon D7000 ini. Konon lebih canggih (iya wong lebih baru) dan ada perbedaan yang jauh dengan sang adiknya itu. Kesamaannya, batrenya sama. Demikian juga lensa yang kompatibel dengan kamera APSC ini yaitu bisa menggunakan seri AFD atau AFS.

Sayapun segera melihat-lihat dan merasakan sejak menggenggamnya, menghidupkan sampai mencoba beberapa jepretan.

Tapi saya bukan maksud review lho, saya hanya menceritakan selama 48 jam bersama kamera ini, dan tentunya tidak penuh 48 jam tapi usia berada di ruangan ngeblog saya sampai saat ini sudah 48 jam.

Nikon D7100

Tampilan Nikon D7100 dengan Lensa Tokina 11-16mm f/2.8. 

Saya suka tampilannya yang gagah. Bodinya terkesan solid. Konon dibalut dengan pembungkus tahan cuaca yang membuat kamera ini tangguh di segala kondisi. Ketika digenggam kamera ini sangat nyaman. Saya coba tenteng dalam perjalanan mencoba kamera ini, asyik punya. Begitu pula ketika strap dikalungkan dengan tambahan beban Tokina 11-16mm bagi saya tidak terlalu berat. Sayangnya LCDnya tak ada yang berubah, tidak seperti Canon 60D atau Sony A77 yang fleksibel yang membuatnya mudah untuk memotret di lokasi yang sulit. Kalaupun berubah hanya tidak memberikan ruang penjepit sehingga proteksi untuk LCDnya tidak berupa hard protector seperti di Nikon D7000 atau D90. Jadi harus menggunakan protektor tipis yang ditempelkan di LCD.

Nikon D7100

Bagian belakang Nikon D7100

Banyak perbedaan dengan D7000 yang saya punya. Yang sangat mencolok adalah adanya pengunci di tombol modus seperti saya menemukannya di Pentax K5. Selain itu pengaturan untuk remote tidak di bawah tombol modus akan tetapi disematkan ke menu. Selain itu adanya tombol “retouch” di bagian kiri bawah yang dapat digunakan untuk mengedit foto dari kamera. Betul-betul menarik.

Ohya, konon yang terpenting dari kamera ini adalah selain sensor yang 24,1 Mega Pixel (D7000 memiliki 16,2 MP), juga hilangnya filter anti aliansing (AA Filter). Saya mendapat info selain kamera ini, yang menghilangkaan AA Filter adalah Pentax K5IIs dan Nikon D800E. Konon dengan tiadanya filter ini tak ada lagi hambatan untuk membuat foto lebih tajam.

Anti-aliasing berarti menghilangkan komponen sinyal yang memiliki frekuensi lebih tinggi dari yang dapat diterima oleh alat perekam (sampling). Jika perekaman dilakukan tanpa menghilangkan bagian sinyal ini, maka dapat menyebabkan tampilan citra yang tidak diinginkan (noise). Wikipedia.

Adapun spesifikasi lengkapnya bisa dilihat di sini.

Kemarin tidak sempat jalan-jalan. Hanya motret kakak dari kamera Nikon D7100 ini yang saya gunakan yaitu D7000 dengan menggunakan lensa Nikon 50mm f/1.8D. Tajem gak nih ;))

Nikon D7000

Tadi pagi sempat saya jalan-jalan, karena sejak hari kemarin Surabaya hujan seharian. Dan tadi pagipun sudah ada gerimis menyerang. Berikut hasilnya ketika subuh tadi saya hinggap di Masjid Al Akbar Surabaya.

ZAlAkbarBrack3

Format RAW, Converter to JPEG: melalui Lightroom. Photoshop : resize only. Handheld. Lensa Tokina 11-16mm Fl. 11mm, ISO 100, kecepatan 1/25 pada f/8

Di buat HDR juga menurut saya asyik punya …  apalagi dibuat oleh kawan-kawan yang lebih jago motret maupun ngolahnya.

ZAlAkbar_HDR2 as Smart Object-1

Dicoba juga motret Avis yang lagi mandi ……….. iiiiiihhh gak pake bajuuuuu ;))

Z4JuliAvis

Handheld. Lensa Nikon 50mm f/1.8D, ISO 400, kecepatan 1/20 pada f/2.2.

Pada ISO 400 mulai tumbuh noise walau tidak mengganggu. Namun beberapa review yang saya baca, konon sampai ISO 3200 6400 noisenya masih bisa ditolerasi ketika dicetak pada ukuran A3 sehingga foto masih kelihatan bagus. (Majalah Digital Camera Edisi 46).

Jelas bagi saya ini sangat menarik dan tentunya tertarik. Kelemahannya menurut saya sekali lagi LCDnya tidak bisa ditekuk-tekuk seperti pada 60D yang pernah saya gunakan dan sangat membantu ketika memotret di sudut yang sulit. Kelemahan lain mmmmhhhh …. harganya itu loh … :))

Nikon D7100 …. kuring tertarik euy !!!! :nangis:

12 Comments

  1. Idah Ceris says:

    Yayayayay, memang bagus. Hasil jepretannya juga bagus dan mantaap cyiiin. 😀

    Dd Avis sadar kamera ya, lagi mandi atau baru mandi nih? 🙂

    ————–

    Hasil jepretan newbie sudut ambilnya sama tuh dengan yang dulu. Penasaran aja pengen bandingin ;))
    De Avis baru mau mandi pas dijepret tadi
    :))

  2. LJ says:

    bungkus, kang.. bungkuuss…! :komunis:

    senang ya mencoba bermacam tipe kamera, membandingkan satu sama lain.. dan jadi kepingin, itu yg gawat..! 😀

    —————-

    Ha ha … bisa aja … :))
    Nah itulah .. posisi sekarang lagi gawat
    =))

  3. Lidya says:

    kalau saya punya kamera itu belum tentu bagus hasil motonya kang 🙂 harus belajar dulu ya

  4. Sriyono suke says:

    hmmm…
    redaksi Seputar Semarang malah masih menggunakan D3000 hhh…

  5. monda says:

    kok cuma 48 jam aja kang…
    diteruskan aja atuh..

    —————–

    Pengennya begitu Bun ;))

  6. Wong Cilik says:

    wow, hasil jepretannya dasyat …

  7. kasmini says:

    hasil jepretannya keren euy….untuk photo produk malah saya masih pake camera saku 🙂

    —————–

    Terima kasih atas apresiasinya … apapun medianya yang penting motret 🙂
    Btw kenapa blognya eror 404 ?

  8. Ryan says:

    wah… mas ini Nikonian ya? 🙂
    fotonya apik mas.

    ————

    Kebetulan sedang suka Nikon he he.
    Terima kasih atas apresiasinya.

  9. […] kekurangannya sangat sulit. Mirip ketika kita harus memilih mana yang lebih bagus antara Canon dan Nikon. Susah kan ? Urusannya lebih kepada suka atau tidak. Sedikit catatan saya, untuk blog joomla bagus […]

  10. Ahmad says:

    mas pake d7000 ada keluhan masalah lubricant oil gak? isu dan mitosnya kan sensornya bisa kebocoran oli ya..

    —————

    Alhamdulillah gak ada mas, selama saya gunakan baik2 saja.

  11. Reza says:

    Mas, lensa Nikon 18-105 VR saya koq sering muter sendiri ya autofocus-nya.. malah cenderung getar. Saya pakai body D3200.
    Itu kenapa ya?

  12. yudi bwi says:

    harganya berap amas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *